Kalsel Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla hingga Akhir November

Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan. MI

Kalsel Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla hingga Akhir November

Denny S • 28 October 2026 12:43

Banjarbaru: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan hingga akhir November 2026. Kebijakan ini diambil karena kebakaran dan kabut asap masih terjadi di sejumlah wilayah, sementara musim hujan diperkirakan baru tiba pada pekan ketiga November.

"Pemprov Kalsel telah menetapkan perpanjangan status siaga darurat Karhutla dan kekeringan. Sedianya status ini berakhir pada 31 Oktober, tetapi karena berbagai pertimbangan kita perpanjang satu bulan hingga akhir November mendatang," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Rabu, 28 Oktober 2026, di sela-sela Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Banjarbaru.

Ronny menjelaskan, keputusan memperpanjang status tersebut didasarkan pada kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap yang masih melanda sejumlah daerah. Selain itu, berdasarkan perkiraan BMKG, musim kemarau masih berlangsung hingga akhir November 2026.

Di sisi lain, tiga kabupaten yang sebelumnya menetapkan status tanggap darurat, yakni Tapin, Banjar, dan Barito Kuala, telah menurunkan status penanganan menjadi siaga darurat.

Ronny menyebut hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir turut membantu mengurangi kebakaran. Hujan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Udara dan BMKG.

"Luas Karhutla dan titik api jauh berkurang. Ini sangat membantu upaya pemadaman kita di lapangan," ujarnya.
 


Pelaksanaan OMC di Kalimantan Selatan telah dilakukan empat kali, yakni pada Juli, dua kali pada September, dan kembali pada Oktober 2026. Pelaksanaan OMC keempat dijadwalkan berlangsung hingga akhir Oktober.

"Saat ini potensi awan hujan cukup meningkat terutama di wilayah utara dan Kotabaru sehingga OMC dapat berhasil," kata Ronny.

Meski kebakaran dan kabut asap mulai berkurang, Ronny mengakui kondisi tersebut masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, upaya pemadaman terus dilakukan oleh satuan tugas melalui operasi darat maupun udara menggunakan metode pengeboman air atau water bombing.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fatimatuzahra, juga menyampaikan hujan dalam tiga hari terakhir membantu menekan jumlah titik api dan kebakaran di kawasan hutan. Dampak tersebut turut terlihat di kawasan hutan lindung Liang Anggang dan Taman Hutan Raya Sultan Adam.


Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman. (Foto: Tim Satgas Darat Kalimantan Barat/BNPB)

(Whisnu M)