Menhan AS Pete Hegseth. (Anadolu Agency)
Menhan AS Usulkan Kerangka Kerja Sama Pertahanan Ambisius dengan ASEAN
Willy Haryono • 28 October 2026 17:50
Cebu: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengusulkan pembentukan kerangka kerja sama pertahanan yang ambisius dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang beranggotakan 11 negara.
Hegseth menyampaikan usulan tersebut dalam pertemuan bersama para kepala pertahanan negara-negara ASEAN di Cebu, Filipina, pada Rabu. Filipina saat ini memegang keketuaan ASEAN.
Ia menyebut peringatan 50 tahun hubungan AS-ASEAN pada tahun depan sebagai tonggak penting yang dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua pihak.
“Sebagai pengakuan atas tonggak penting ini, kami mengusulkan agar kita bekerja sama mengembangkan kerangka kerja sama pertahanan AS-ASEAN—sebuah kerangka praktis yang menjadi panduan kerja sama kita selama beberapa tahun ke depan,” kata Hegseth, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia menekankan bahwa beberapa tahun mendatang akan menjadi periode yang sangat penting bagi kerja sama pertahanan di kawasan.
AS Tawarkan Pendekatan 'Kuat, Tenang, dan Jelas'
Hegseth menggambarkan pendekatan AS terhadap kerja sama pertahanan dengan ASEAN sebagai pendekatan yang “kuat, tenang, dan jelas."“Cukup kuat untuk mencegah pemaksaan dan agresi, cukup tenang untuk menghindari eskalasi yang tidak perlu atau pertunjukan di depan publik, serta membiarkan tindakan kita berbicara sendiri,” ujarnya.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut ketika Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun tidak menghadiri Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM-Plus) tahun ini. Beijing mengirimkan atase militernya di Kedutaan Besar Tiongkok di Manila untuk mewakili negara tersebut.
“Kita tidak akan sepakat dalam segala hal, dan kita juga tidak harus demikian,” kata Hegseth kepada para mitranya dari ASEAN.
“Namun, kesepakatan mengenai prinsip-prinsip mendasar sudah cukup untuk mendukung kerja sama praktis di bidang-bidang yang memiliki kepentingan bersama yang jelas dan saling bersinggungan.”
Hegseth mengatakan AS akan bekerja sama dengan Singapura untuk menyusun kerangka kerja sama tersebut. Singapura dijadwalkan mengambil alih keketuaan ASEAN pada tahun depan.
“Ketika kita menatap masa depan kawasan ini, saya ingin kita memiliki ambisi yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Pertemuan di Cebu mencakup Pertemuan ke-20 Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus ke-13 (ADMM-Plus). Forum ADMM-Plus juga mempertemukan para kepala pertahanan dari Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan India. Namun, China tidak mengirimkan menteri pertahanannya pada tahun ini.
Baca juga: ASEAN-AS Perkuat Kerja Sama, Jadi Jangkar Stabilitas dan Pertumbuhan Kawasan