Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Tembus 311 Ribu

Sejumlah pasien di Puskesmas Tanjung Redeb, Berau. (Metro TV/ Edi Akbar)

Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Tembus 311 Ribu

Anggi Tondi Martaon • 17 October 2026 20:22

Jakarta: Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 311.363 kasus. Anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok rentan dalam kasus tersebut.

Berdasarkan update Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Karhutla dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sabtu, 17 Oktober 2026, sebanyak 70.239 kasus ISPA tercatat pada anak berusia di bawah lima tahun.

"Total kumulatif kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla mencapai 311.363 kasus, dengan 70.239 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun dan 49.634 kasus pada kelompok lanjut usia," laporan update Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Karhutla Kemenkes, Sabtu, 17 Oktober 2026.
 


Kemenkes juga mencatat 2.609 kasus ISPA pada 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan laporan sehari sebelumnya, yakni 3.827 kasus pada 16 Oktober 2026.

"Kasus ISPA yang tercatat pada 17 Oktober 2026 sebanyak 2.609 kasus, sedangkan pada 16 Oktober 2026 mencapai 3.827 kasus," tulis data harian dalam laporan Kemenkes.

Karhutla saat ini terjadi di tujuh provinsi yang mencakup 65 kabupaten/kota. Dua provinsi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, berstatus tanggap darurat, sedangkan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan berstatus siaga darurat.


Ilustrasi penderita ISPA. Foto: Antara.

Kemenkes turut memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Nilai 101–199 dikategorikan tidak sehat, 200–299 sangat tidak sehat, dan nilai 300 ke atas masuk kategori berbahaya.

Sementara itu, data kasus ISPA pada ibu hamil serta penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) masih dalam proses pemisahan data, sehingga belum tercantum angka kumulatif untuk kelompok tersebut.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Anggi Tondi)