IHSG Dibuka Menguat 78,57 Poin ke Level 4.998 Kamis Pagi

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Dibuka Menguat 78,57 Poin ke Level 4.998 Kamis Pagi

Eko Nordiansyah • 5 November 2026 10:10

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, 5 November 2026, dibuka menguat 78,57 poin atau 1,60 persen ke posisi 4.998,34.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,16 poin atau 1,83 persen ke posisi 510,40.

Hasil pemilu midterm AS pengaruhi prospek global

IHSG pada Kamis bergerak menguat mengikuti bursa Asia dan global seiring pelaku pasar meyakini hasil pemilihan umum (pemilu) midterm Amerika Serikat (AS) akan mempengaruhi prospek pasar keuangan dan ekonomi global.

“Secara teknikal diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 4.800-5.000. Penguatan signifikan indeks di bursa Wall Street, koreksi harga minyak mentah dan dolar AS, serta rebound-nya harga emas, berpotensi akan menjadi sentimen positif,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, Ratna mengatakan faktor positif berasal dari kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu midterm di AS, serta sikap Presiden AS Donald Trump yang menerima hasil tersebut.

Sebelumnya investor global bersikap risk off (mengurangi eksposur ke aset berisiko) karena menantikan dan mencermati hasil pemilu midterm AS yang hasilnya mempengaruhi berbagai sektor.

"Hal itu telah menghilangkan risiko ketidakpastian politik yang sempat membayangi Bursa Wall Street," ujar Ratna.

Ratna mengatakan kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS berpotensi mengubah dinamika kebijakan pemerintahan Trump, terutama terkait kebijakan fiskal, perdagangan internasional, dan hubungan geopolitik.
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Selain itu, lanjutnya, hasil tersebut dapat membatasi ruang gerak agenda ekonomi Trump, termasuk kebijakan tarif perdagangan, sehingga berpotensi mempengaruhi prospek pertumbuhan global, arah dolar AS, dan sentimen pasar keuangan.

Sebagai informasi, Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas kursi, baik di DPR maupun Senat, serta memenangkan pemilihan gubernur di sejumlah negara bagian penting, seperti Texas.

"Namun, arah kebijakan moneter The Fed tetap akan ditentukan oleh kondisi inflasi dan tenaga kerja" ujar Ratna.

Di sisi lain, Ratna menyebut pelaku pasar juga khawatir kemenangan besar Partai Demokrat dapat berakibat pada lebih banyaknya pembatasan terhadap pusat data di AS.

“Selain itu sejarah menunjukkan bahwa pasar cenderung berkinerja baik di bawah pemerintahan yang terbagi di AS, di mana lebih sedikit kebijakan dan regulasi yang dapat mengganggu prospek bisnis,” ujar Ratna.

Menanti data pertumbuhan ekonomi

Dari dalam negeri, investor akan menantikan data pertumbuhan ekonomi yang akan dirilis pada Kamis (5/11) hari ini, yang diperkirakan tumbuh 1,3 persen quartal on quartal (qoq) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 3,73 persen (qoq) pada kuartal II-2026.

Secara tahunan, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,2 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 5,29 persen (yoy) pada pada kuartal II-2026.

Menurut Ratna, apabila realisasi berada di bawah ekspektasi, maka berpotensi menekan sentimen pasar karena dapat memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan prospek kinerja emiten.

"Sebaliknya, realisasi yang lebih baik dapat menjadi katalis positif bagi pasar dan memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan fundamental ekonomi domestik," ujar Ratna.

Bursa Eropa kompak menguat pada Rabu (04/11), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 2,32 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,79 persen, indeks DAX Jerman menguat 2,22 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis menguat 1,96 persen.

Bursa Wall Street AS juga kompak menguat pada Rabu (04/11), diantaranya indeks S&P 500 menguat 1,58 persen, indeks Nasdaq Composite menguat 1,44 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 3,03 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,33 persen ke 60.984,86, indeks Shanghai menguat 0,12 persen ke 3.690,74, indeks Hang Seng menguat 2,77 persen ke 24.581,95, indeks Kuala Lumpur menguat 1,12 persen ke 1.634,62, dan indeks Straits Times menguat 0,33 persen ke 5.286,99.

(Eko Nordiansyah)