Konferensi pers RUPS Tahunan 2026 DCII. Foto: Tangkapan layar.
DCI Indonesia Raup Laba Bersih Rp1,002 Triliun di 2025, Naik 25,7%
Husen Miftahudin • 31 March 2026 09:20
Jakarta: PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia infrastruktur pusat data, membukukan pendapatan sebesar Rp2,54 triliun pada tahun buku 2025, tumbuh 40,1 persen secara tahunan. Sementara laba bersih mencapai Rp1,002 triliun, meningkat 25,7 persen secara tahunan.
Salah satu capaian perseroan pada 2025 adalah telah beroperasinya secara penuh pusat data JK6 yang berlokasi di Kampus H1 Cibitung dengan kapasitas 36 megawatt (MW). Selain itu, perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan E2 Data Center Surabaya dengan kapasitas IT sebesar sembilan MW yang mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I-2026.
Kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan geografis platform pusat data perseroan yang kini tersebar di empat lokasi strategis, yaitu Cibitung (H1), Karawang (H2), Jakarta (E1), dan Surabaya (E2), sekaligus memperkuat konektivitas digital nasional, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian timur.
Direktur Corporate Affairs merangkap Sekretaris Perusahaan DCII Indri Koesindrijastoeti menyampaikan, penambahan kapasitas di Surabaya ini merupakan langkah awal ekspansi perseroan untuk terus memperluas platform pusat data di Indonesia kedepannya.
"Sepanjang 2025, perseroan membuktikan kemampuannya dalam mengeksekusi ekspansi secara cepat dan terukur. Penyelesaian E2 Surabaya semakin memperkuat kapasitas dan platform pusat data perseroan," ungkap Indri dalam RUPS Tahunan 2026 yang digelar virtual, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.
| Baca juga: Investasi Pusat Data Rp2,3 Triliun Dibangun di Jakarta |

(Direktur Corporate Affairs merangkap Sekretaris Perusahaan DCII Indri Koesindrijastoeti. Foto: Tangkapan layar RUPS Tahunan 2026 DCII)
Dorong percepatan transformasi digital
Lebih lanjut Indri menjelaskan, pengembangan ini sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional, dimana pemerataan infrastruktur pusat data menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Melihat potensi Surabaya sebagai simpul konektivitas bagi kawasan Indonesia bagian timur, perseroan memulai pengembangan platform pusat data di kota ini sejak dini melalui E2 Data Center Surabaya, yang sekaligus menghadirkan redundansi terhadap Jakarta serta mendukung kebutuhan trafik berlatensi rendah.
Ke depan, perseroan akan terus meningkatkan kapasitas di Surabaya seiring dengan perkembangan permintaan pasar, dengan tetap mengedepankan standar operasional pusat data kelas dunia, keandalan yang konsisten, serta keunggulan time-to-market sebagai diferensiasi utama perseroan di industri.
Adapun kinerja operasional yang solid juga tercermin dalam pencapaian finansial 2025 dimana EBITDA tercatat Rp1,55 triliun dengan margin 61,0 persen. Total aset perseroan pun meningkat menjadi Rp6,65 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp4,00 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan disiplin eksekusi ekspansi serta optimalisasi utilisasi kapasitas yang terjaga.
"Pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang solid mencerminkan efisiensi operasional serta keunggulan time-to-market yang secara konsisten kami pertahankan. Ke depan, perseroan akan terus mengembangkan infrastruktur pusat data berstandar global untuk mendukung kebutuhan AI, cloud, serta komputasi berdensitas tinggi di Indonesia," tegas Indri.
Pada 2026, perseroan akan melanjutkan pengembangan DCI Platform melalui ekspansi kapasitas dengan time-to-market yang cepat dan konsisten menjaga keandalan operasional. Infrastruktur pusat data perseroan dirancang untuk mendukung beban kerja AI, komputasi berdensitas tinggi, serta otomasi berbasis data sejalan dengan peningkatan kebutuhan cloud dan pemanfaatan artificial intelligence di Indonesia.