TVRI Luruskan Isu Siaran Piala Dunia di YouTube: Bukan Akses Bebas

Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah.

TVRI Luruskan Isu Siaran Piala Dunia di YouTube: Bukan Akses Bebas

Athiyya Nurul Firjatillah • 25 March 2026 18:39

Jakarta: Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI meluruskan informasi terkait siaran Piala Dunia 2026 di platform digital. Penayangan melalui YouTube ditegaskan tidak bersifat bebas, melainkan hanya melalui akun resmi pemegang hak siar.

Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, mengatakan klarifikasi ini merujuk pada hasil workshop yang diikuti TVRI bersama pemegang hak siar internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Media Center TVRI, Rabu, 25 Maret 2026.

“Jadi TVRI kemarin ya tanggal 23 itu mengikuti workshop piala dunia di Singapura dan isu itu kami tanyakan langsung kepada FIFA. Dan kita mendapat jawaban bahwa yang dimaksud live 10 menit pertama di Youtube dan juga mungkin TikTok itu adalah di akun pemegang hasilnya. Jadi di akunnya TVRI, bukan di akun-akun yang lain begitu,” kata Usman saat konferensi pers, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, skema siaran digital yang beredar selama ini berpotensi disalahartikan. Penayangan langsung, termasuk durasi awal pertandingan, hanya dapat dilakukan melalui akun resmi pemegang hak siar di masing-masing negara.

Usman menegaskan, siaran langsung di YouTube hanya dapat ditayangkan oleh pemilik hak siar, dalam hal ini melalui kanal resmi TVRI di Indonesia. Seluruh keputusan terkait penayangan, termasuk pemanfaatan platform digital, sepenuhnya berada di tangan pemegang hak siar.

“Nah jadi nanti TVRI juga akan menimbang-nimbang kalau itu kira-kira berdampak, dampak positif atau berdampak negatif kan kita berharap berdampak positif, kan begitu,” ucap Usman.

Ia menambahkan, pemanfaatan YouTube akan dipertimbangkan jika dinilai mampu meningkatkan jumlah penonton dan menarik iklan.

“Jadi bisa mendrive penonton, bisa mendrive iklan, tentu kita akan menayangkan di akun Youtube TVRI. Tapi kalau dirasa tidak, ya ini sifatnya kan terserah kepada pemegang hak siar. Jadi FIFA menyampaikan seperti itu,” ujar Usman.

Konferensi pers di Media Center TVRI, Rabu, 25 Maret 2026. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah.

Sebelumnya, FIFA menggandeng YouTube sebagai platform pilihan untuk mendistribusikan konten Piala Dunia 2026. Kerja sama tersebut diumumkan melalui kanal resmi FIFA sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan tayangan turnamen.

Melalui kolaborasi ini, publik tidak hanya dapat menyaksikan pertandingan melalui siaran televisi, tetapi mengakses berbagai konten pendukung di platform digital. Meski demikian, Usman kembali menegaskan, publik perlu memahami bahwa akses siaran tidak terbuka untuk semua kanal.

“Jadi bukan aksesnya bebas Youtubenya itu. Bukan, tapi ditayangkan di akun pemegang hak siar,” ungkap Usman.

TVRI menjadi official broadcaster FIFA World Cup 2026 di Indonesia. Serangkaian laga persahabatan tim-tim raksasa akan ditayangkan. Terdekat, pertandingan Brasil kontra Prancis akan bergulir pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 02.30 WIB.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)