Hewan kapibara koleksi Semarang Zoo yang baru saja melahirkan. ANTARA/HO-Semarang Zoo
Gemas! Dua Bayi Kapibara Lahir di Semarang Zoo Jelang Liburan Sekolah
Lukman Diah Sari • 8 June 2026 21:21
Semarang: Taman margasatwa Semarang Zoo menambah koleksi satwa berupa kapibara dan sitatunga,untuk menyambut liburan sekolah. Direktur Semarang Zoo Bimo Wahyu Widodo, mengatakan bahwa kapibara koleksi kebun binatang itu baru saja melahirkan dua ekor anak
Salah satu betina kapibara itu merupakan koleksi satwa baru hasil tukar menukar satwa dengan Taman Margasatwa Ragunan menjelang pertengahan tahun lalu, bersama dengan satu jantan dan dua betina. Selain itu, sitatunga atau antelop yang didatangkan bersama dengan kapibara juga melahirkan seekor anak di kebun binatang milik Pemerintah Kota Semarang itu.
Dokter Hewan Semarang Zoo drh. Nurul Fauziah mengungkapkan bahwa saat ini anakan kapibara berusia hampir satu bulan. Ia mengatakan saat ini kondisi anak kapibara tersebut sehat, namun belum bisa diidentifikasi jenis kelaminnya.
"Kondisinya, alhamdulillah sehat, dan masih terpantau diasuh oleh induknya. Tapi belum bisa diketahui jenis kelaminnya kalau hanya dengan melihat saja," kata Nurul melansir Antara, Senin, 8 Juni 2026
Baca Juga :
Menurut dia, setiap kematian dan kelahiran satwa dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan untuk hewan yang mati juga dijelaskan dalam laporan hasil autopsi. Terkait kesehatan satwa, ia menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin, dan dipantau melalui laporan yang diterima dari kiper (penjaga satwa) dan mengecek fisik secara langsung.
"Kami melihat keterangan dari para kiper-kipernya, kemudian kami cek sendiri satwanya. Nadi, nafas dan cek fisik. Biasanya kalau ada yang sakit pasti melawan kalau kita pegang," ujar dia
Selain itu, kata dia, pemberian vitamin dan variasi pakan satwa juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan satwa.

Hewan kapibara koleksi Semarang Zoo yang baru saja melahirkan. ANTARA/HO-Semarang Zoo
Sementara itu, kiper yang merawat kapibara, Rizky, mengatakan tidak ada masalah selama merawat satwa. Hal itu, kata dia, karena kapibara merupakan termasuk herbivora jenis hewan pengerat.
"Gampangnya karena hewan pengerat kan, kayak hewan pengerat lain, dia suka sayur-sayuran, full herbivora. Jadi, ikan nila dan lele di kolam tidak dimakan. Itu kita gunakan untuk membersihkan kolam biar tidak ada jentik nyamuk," jelas dia.
Selama masa kehamilan, kata dia, memang tidak tampak pada kapibara. Namun ia mengaku tetap mengetahui, karena kerap berinteraksi sehingga perubahan bentuk tubuh tetap bisa dicermati
"Kami tahu dia bunting tapi secara visual memang tidak kelihatan. Kalau anaknya tidak sehat, ya ditinggal, tidak dimakan, full herbivora. Sejauh ini tidak ada kasus begitu, beda dengan tikus atau hamster," ungkap dia.
Berkaitan dengan cuaca, ia mengatakan suhu udara menjadi faktor utama dalam merawat satwa semi akuatik itu di musim yang tidak menentu ini sehingga disediakan air untuk mereka berendam.