Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Optimistis Kesepakatan Dapat Tercapai Meski Iran Tolak Bernegosiasi
Muhammad Reyhansyah • 21 April 2026 12:25
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran akan segera diselesaikan dan menghasilkan kepuasan bagi semua pihak, meski prospek perundingan saat ini masih menghadapi kebuntuan.
“Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik, dan kami akan menyelesaikannya, dan semua orang akan senang,” ujar Trump dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan seorang pembawa acara radio konservatif, dikutip dari Anadolu, Selasa, 21 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran menolak berunding dengan AS “di bawah bayang-bayang ancaman.”
Ghalibaf, yang berperan penting dalam proses negosiasi, mengkritik keputusan Trump memberlakukan blokade di Selat Hormuz, yang menurut Iran merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang masih rapuh.
Melalui platform X, ia menyatakan bahwa Trump berupaya menggunakan ancaman untuk menjadikan perundingan sebagai “meja penyerahan” atau membenarkan kembali langkah militer.
Ia juga menegaskan bahwa Iran telah menyiapkan opsi militer baru jika gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan berakhir pekan ini.
Ketegangan Membayangi Proses Diplomasi
Menanggapi sikap Iran, Trump menegaskan bahwa Teheran pada akhirnya akan tetap berunding. “Mereka akan bernegosiasi, dan jika tidak, mereka akan menghadapi masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” katanya.Ia juga menambahkan harapannya agar Iran menyepakati kesepakatan yang dianggap adil, dengan syarat tidak memiliki senjata nuklir.
“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mereka tidak akan memiliki akses atau peluang untuk memilikinya,” ujar Trump.
Trump sebelumnya mengumumkan bahwa perwakilan AS akan berangkat ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan, meskipun Iran belum secara resmi mengonfirmasi partisipasinya dan masih menuntut pencabutan blokade.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Situasi semakin tegang karena AS terus mempertahankan blokade laut terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran sejak pekan lalu. Teheran menilai langkah tersebut melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung.Trump juga memperingatkan bahwa AS akan menargetkan infrastruktur Iran jika Teheran menolak syarat yang diajukan untuk mengakhiri konflik, menambah kekhawatiran pasar menjelang berakhirnya gencatan senjata pada Selasa waktu Washington.
Kekhawatiran di sektor pelayaran meningkat setelah Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat, namun kembali membatasi pergerakan kapal sehari kemudian dengan alasan AS belum memenuhi kewajibannya.
Sebelumnya, Pakistan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran pada 11–12 April, yang merupakan kontak langsung pertama sejak kedua negara memutus hubungan diplomatik pada 1979, meski perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Baca juga: Iran Tolak Bernegosiasi dengan AS di Bawah Bayang-Bayang Ancaman