Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Husen Miftahudin • 15 April 2026 10:44

Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mendorong kesetaraan, kemandirian ekonomi, dan inovasi lingkungan pada masyarakat di sekitar Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui pemberdayaan masyarakat. Hal itu dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BERBISIK atau Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi dan Karya).

Program ini dimulai dengan pengembangan keahlian dasar (basic skill). Pada tahap ini kepercayaan diri dan keterampilan fundamental masyarakat difabel dan non-difabel dibangun. Tahap selanjutnya adalah memandu pesertanya hingga tahap professional, kewirausahaan, hingga advokasi kebijakan pemerintah. 

"Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima manfaat sesaat, tetapi memiliki kesempatan untuk tumbuh secara berkelanjutan," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 15 April 2026.

Roberth menegaskan, dalam program ini, kelompok masyarakat difabel dan non-difabel diposisikan sebagai subjek pembangunan, bukan objek. Mereka diberi akses terhadap sumber daya produktif, penguatan kapasitas, serta pengakuan atas peran aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Hasilnya, lahirlah sub-sub program seperti Bank Sampah Wiralodra untuk mengatasi permasalahan sampah dan lingkungan di Desa Balongan. Bank sampah ini juga ada di Lapas Kelas II-B Indramayu dan dikelola oleh para warga binaan. Lalu ada Kedai Kopi Teman Istimewa yang dikelola oleh kawan difabel tunarungu. Tempat ini menjadi wadah mereka untuk berekspresi dan meningkatkan kepercayaan diri, kapasitas serta keterampilan, sehingga dapat berdaya secara sosial dan ekonomi serta tempat ini juga menjadi ruang inklusi pertama di Indramayu.

Alhasil, program BERBISIK memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai aspek. Roberth menjelaskan, dalam aspek sosial, program ini telah memberdayakan masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan. Diantaranya, 155 penyandang difabel, 11 warga kurang mampu, 32 perempuan, lansia, anak-anak yang rawan sosial dan ekonomi, serta 55 warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu.

"Secara keseluruhan, program BERBISIK berhasil memberikan dampak positif pada lebih dari 10 ribu penerima manfaat tidak langsung di wilayah Kabupaten Indramayu," tambah Roberth.
 

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Tegaskan Komitmen Energi dan Pemberdayaan Masyarakat


(Bank Sampah Wiralodra. Foto: dok Pertamina Patra Niaga)
 

Olah sampah organik hingga 1,8 ton per tahun


Dalam aspek lingkungan, BERBISIK berhasil mengolah sampah organik hingga 1,8 ton per tahun. Upaya ini lantas berdampak pada pengurangan emisi karbon mencapai 223.228,8 KG CO2 ekuivalen per tahun, dari pengolahan sampah plastik maupun organik. Tak hanya itu, program ini juga berhasil mengolah minyak jelantah hingga 240 liter per tahun.

Dari aspek ekonomi, program BERBISIK mencatatkan pencapaian yang luar biasa. Penjualan produk hasil olahan solidifikasi sampah plastik (peristaltik) program ini meraih omzet lebih dari Rp270 juta per tahun. Kedai Kopi Teman Istimewa dan workshop kreatif mengumpulkan omzet lebih dari Rp220 juta per tahun. Sementara pendapatan warga binaan di lapas mencapai Rp74 juta per tahun.

Program BERBISIK juga menjadi bentuk dukungan Pertamina Patra Niaga terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan PBB, teruatama poin-poin yang terkait dengan pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi hingga aksi penanganan perubahan iklim.

"Inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dalam program BERBISIK telah menumbuhkan kesetaraan dan kemandirian ekonomi warga Desa Balongan. Masyarakat yang sebelumnya melwati hari dengan ketidakpastian, kini tersenyum lebar sambil menatap optimis masa depan. Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di Balongan, tetapi menjadi inspirasi bagi wilayah lain," harap Roberth.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)