Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Tangerang, Menko AHY Yakin Produktivitas dan Pendapatan Meningkat

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi kampung nelayan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Tangerang, Menko AHY Yakin Produktivitas dan Pendapatan Meningkat

Hendrik Simorangkir • 16 April 2026 21:05

Tangerang: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengunjungi kampung nelayan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. AHY menilai program pembangunan kampung nelayan di lokasi tersebut membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan para nelayan di daerah itu.

"Mudah-mudahan pembangunan ini (hunian) bisa untuk menyejahterakan nelayan. Selain itu bisa kita perkuat dari waktu ke waktu," ujar AHY di Tangerang, Kamis, 16 April 2026.

AHY menuturkan, program strategis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini bertujuan menata permukiman menjadi aman, sehat, bersih, dan juga indah.

"Ini adalah sebuah projek kolaborasi. Sesuai dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto, kami tentunya berupaya untuk mendorong sekaligus memastikan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk para nelayan kita agar semakin baik dari hari ke hari," jelas AHY.

AHY menjelaskan, di wilayah kampung nelayan seluas lebih dari 1,3 hektar itu dibangun 110 unit hunian agar menjadi lebih berkualitas, layak, hingga sehat. Sebesar Rp5,5 miliar digelontorkan untuk program tersebut.

"Dalam pembangunan tersebut juga akan didukung oleh sejumlah fasilitas bagi para nelayan seperti sanitasi, puskesmas, sekolah, pabrik es hingga tanggul sebagai perlindungan dari abrasi laut. Kurang lebih Rp5,5 miliar untuk perbaikan dan pembangunan 110 rumah. Luas tanahnya 60 meter persegi dan bangunannya 30 meter persegi kurang lebih," jelas AHY.
 


Nantinya, kata AHY, para nelayan akan mendapatkan masing-masing hunian melalui lembaga koperasi yang dapat meringankan beban mereka. Menurut AHY, setiap unit bisa dicicil dengan jangka waktu seminggu sebesar Rp140 ribu.

"Jadi tenornya kurang lebih empat tahun ke depan. Jadi ini adalah sesuatu yang ringan dan semakin terjangkau bagi masyarakat yang ada di sini. Sebagian sudah menambah sendiri jumlah kamarnya, termasuk memperluas dapur," kata AHY.

AHY menambahkan, pihaknya akan terus mendukung percepatan penyelesaian program strategis tersebut, seperti penyelesaian status tanah hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

"Kami tentunya sangat mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang terus mengawal transformasi pembangunan kampung nelayan yang menjadi program prioritas Bapak Presiden, Kampung Nelayan Merah Putih, termasuk yang ada di sini," ungkap AHY.


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi kampung nelayan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kunjungi Mangrove dan Ekowisata, AHY Dorong Penanganan Abrasi

Di kesempatan yang sama, AHY juga mengunjungi kawasan mangrove dan ekowisata Ketapang Urban Aquaculture di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Nantinya, selain sebagai tempat pariwisata, kawasan tersebut direncanakan akan dibangun pemecah gelombang.

"Rencana fokus ke depan meliputi pembangunan breakwater (pemecah gelombang), tanggul penahan abrasi, serta normalisasi sungai untuk mencegah banjir rob saat air laut pasang di kawasan ini," ujar AHY.

AHY menuturkan, saat ini di kawasan mangrove dan ekowisata Ketapang Urban Aquaculture diperlukan penanaman mangrove secara masif. Hal tersebut bertujuan mencegah abrasi yang dapat mengancam wilayah ini.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi ancaman perubahan iklim dan pemanasan global. Mangrove berfungsi sebagai pengaman wilayah dari abrasi dan proteksi alamiah bagi pesisir. Kawasan ini dikembangkan menjadi destinasi wisata populer (ecotourism) dan sport tourism. Ini menambah aktivitas masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan," jelas AHY.

AHY menambahkan, pihaknya pun akan mendorong persediaan air bersih bagi warga pesisir guna mengantisipasi penurunan muka tanah.

"Kami mendorong penyediaan air bersih melalui sambungan pipa PDAM langsung ke rumah tangga. Ini penting, untuk mengurangi pengambilan air tanah yang dapat menyebabkan penurunan muka tanah (land subsidence), terutama di daerah pesisir yang rentan banjir rob," ungkap AHY.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)