Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Pasar Peralatan Rumah Tangga Diproyeksi Tumbuh, Adopsi Perangkat Pintar Meningkat
Eko Nordiansyah • 21 June 2026 20:51
Jakarta: Perangkat dapur pintar mulai bergeser dari sekadar pelengkap rumah tangga. Laporan Grand View Research memproyeksikan pasar peralatan rumah tangga Indonesia tumbuh 6,5 persen per tahun hingga 2030, seiring meningkatnya adopsi perangkat rumah tangga terhubung di kawasan perkotaan.
Namun di tengah pertumbuhan tersebut, perangkat dapur pintar masih kerap dipersepsikan rumit, mahal, atau hanya relevan bagi pengguna profesional. Padahal, Head of Marketing Bosch Home Indonesia Theressa Victoria menyebut, aktivitas memasak kerap menyita waktu dan tenaga.
"Karena itu, konsumen perlu cermat menilai bukan sekadar fitur baru, melainkan inovasi yang mampu menghemat waktu, mengurangi kerepotan, dan memberikan kenyamanan jangka panjang," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 21 Juni 2026.
Pendekatan ini sejalan dengan kampanye “Beres, Bosch” yang memaknai teknologi sebagai bagian dari solusi kehidupan sehari-hari. Inovasi teknologi yang dikembangkan Bosch, termasuk segmen home appliances, merangkul suara konsumen sehingga mereka menjadi lebih percaya diri dan nyaman.
Country Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan mengatakan, inovasi teknologi Bosch hadir mulai dari rumah, kendaraan, hingga industri. Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis, intervensi teknologi tidak hanya canggih.
“Tetapi juga mampu membantu menyederhanakan berbagai pekerjaan sehari-hari. Semangat inilah yang menjadi dasar kampanye #BeresBosch, yaitu menghadirkan solusi yang membantu berbagai urusan di rumah menjadi lebih beres, terlebih di dapur," ujar dia.
%20bersama%20dengan%20Juara%20pertama%20BSH%20Culinary%20Master%2C%20Ananta%20Aristian%20(kiri).jpg)
(Bosch Culinary Masters 2026?. Foto: Dok istimewa)
Teknologi dapur pintar
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, fitur Assist Function pada kompor induksi Bosch, dapat berfungsi sebagai asisten memasak pintar. Fitur ini membantu menyarankan mode masak, waktu yang tepat, hingga pengaturan suhu yang ideal sesuai dengan menu dan hidangan yang ingin disajikan.Untuk itu, oven Bosch menghadirkan teknologi AI serta kamera terintegrasi yang memberi kontrol lebih presisi dalam proses memasak. Tidak hanya mengandalkan sensor suhu untuk memastikan kematangan, pengguna juga dapat memantau proses secara real-time melalui aplikasi.
Anggapan semakin banyak teknologi, semakin rumit membuat sebagian orang ragu beralih ke peralatan dapur pintar. Kulkas Bosch, misalnya, dilengkapi dengan VitaFresh yang membantu menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama serta teknologi No Frost yang mencegah pembentukan bunga es.
Selian itu,, ketentuan harga juga ditentukan oleh daya tahan produk dan kemudahan perawatannya. Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan produsen adalah menyediakan ketersediaan suku cadang dalam jangka panjang hingga 15 tahun, seperti yang dilakukan Bosch Home Appliances.
“Hal ini menjadi arah inovasi Bosch Home Appliances bagi pengguna yang rutin memasak maupun yang baru menjadikan aktivitas memasak sebagai bagian dari keseharian. Fokusnya adalah menghadirkan pengalaman memasak yang lebih sederhana dan konsisten,” jelas Theressa.
Penggunaan tersebut juga terlihat dalam Bosch Culinary Masters 2026 yang diadakan oleh Bosch Home Appliances tahun ini. Kegiatan ini menempatkan perangkat dapur dalam konteks penggunaan nyata dengan peserta dari berbagai latar belakang, mulai orang rumahan hingga profesional.
“Dalam konteks kebutuhan dapur modern yang semakin beragam, Bosch Home Appliances menekankan pentingnya solusi yang tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemudahan penggunaan bagi berbagai kalangan pengguna,” ungkapnya.