Destinasi Wisata Baru di Uluwatu Angkat Seni Budaya Tradisional

Destinasi hiburan di kawasan Ungasan, Uluwatu, Bali. Foto: Dok. Istimewa.

Destinasi Wisata Baru di Uluwatu Angkat Seni Budaya Tradisional

Fachri Audhia Hafiez • 22 June 2026 06:28

Bali: Tren destinasi hiburan di Pulau Dewata mulai bergeser ke arah pelestarian budaya. Salah satu primadona baru di kawasan Ungasan, Uluwatu.

Kawasan ini kini menarik perhatian wisatawan domestik hingga mancanegara. Karena tidak sekadar bertumpu pada kemeriahan pesta semata, melainkan mengangkat seni budaya tradisional Bali ke dalam ekosistem rekreasi modern.
 


“Dalam pemrograman hiburan, tidak hanya live DJ, kami bekerja bersama sanggar lokal agar seni Bali memperoleh ruang yang patut, berkelanjutan, dan dihormati, bukan sekadar ditempatkan sebagai ornamen pariwisata," ujar Marketing Manager Klive Beach Club, Jehan Khaleda, dalam keterangannya, Minggu, 22 Juni 2026.

Jehan memaparkan bahwa visi tersebut diwujudkan secara nyata melalui pertunjukan tari tradisional Bali (Balinese Dance Show) yang dipentaskan secara rutin. Lewat kolaborasi intim dengan sanggar-sanggar setempat, seni tradisi ini mampu hidup berdampingan di dalam lingkungan rekreasi kontemporer, sekaligus mempertemukan wisatawan dengan kebudayaan lokal dalam bentuk yang lebih hidup dan kontekstual.

Sentuhan identitas tradisional tidak berhenti pada seni pertunjukan, melainkan merambah hingga ke atas meja makan. Executive Chef Marco Petriacci secara khusus meramu menu hidangan sebagai media titik temu antara disiplin kuliner Italia dan kekayaan identitas Nusantara.

Wisatawan dapat menikmati perpaduan kuliner kelas dunia seperti pizza adonan buatan sendiri, burrata, ravioli, hingga lobster spaghetti, yang bersanding harmonis dengan hasil bumi lokal berkarakter kuat. Mulai dari tiram Lombok, tuna sirip kuning Bali, ceviche kakap merah, barramundi Jimbaran, sate ayam, ikan bakar, hingga tak ketinggalan minuman tradisional cendol.

“Bagi kami, mutu bukanlah ruang untuk kompromi. Setiap bahan, teknik, konsistensi, dan rasa harus dijaga dengan disiplin serta penghormatan yang setara dengan standar restoran terbaik," tegas Chef Marco Petriacci.


Tren destinasi hiburan di Pulau Dewata mulai bergeser ke arah pelestarian budaya. Foto: Dok. Istimewa.

Langkah mengangkat budaya lokal ini dikemas seimbang dalam alur yang bergerak alami mengikuti irama pesisir selatan Bali, dari siang, senja, hingga malam hari. Suasana santai kian terasa berkat arsitektur megah cliff-to-sea setinggi tujuh lapisan (layer) yang dibangun mengikuti kontur tebing asli dari puncak bukit hingga ke garis pantai.

Selain dimanjakan oleh panorama Samudra Hindia yang tersingkap sejak menaiki fasilitas hill tram, para pengunjung juga dapat merasakan langsung kedekatan dengan alam laut lepas. Hubungan interaksi ini diwujudkan lewat berbagai aktivitas petualangan bahari ramah keluarga seperti clear kayak, stand-up paddle, hingga snorkeling.

Melalui kombinasi apik yang menghubungkan tebing, rekreasi bahari, kuliner, dan khususnya ruang bagi seni lokal, destinasi di Uluwatu yang sebelumnya telah diakui sebagai Bali's Favorite Beach Club dalam Insight Bali Awards 2025 ini sukses menawarkan tafsir rekreasi yang lebih utuh sekaligus berdampak positif mendongkrak daya tarik pariwisata Bali.

(Fachri Audhia Hafiez)