PM Inggris Keir Starmer. (Anadolu Agency)
Dari Ruang Sidang ke Downing Street: Perjalanan Politik Keir Starmer
Willy Haryono • 22 June 2026 17:36
Jakarta: Nama Keir Starmer menjadi perhatian dunia setelah berhasil membawa Partai Buruh memenangkan pemilihan umum Inggris pada 2024. Kemenangan tersebut mengakhiri 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif dan mengantarkannya menjadi Perdana Menteri Inggris.
Sebagai pemimpin baru Inggris, Starmer menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemulihan ekonomi, peningkatan layanan publik, hingga dinamika politik internasional. Di balik karier politiknya, Starmer memiliki rekam jejak panjang di bidang hukum yang membedakannya dari banyak pemimpin Inggris sebelumnya.
Pengalaman sebagai pengacara dan pejabat tinggi penegakan hukum menjadi salah satu modal utama yang membentuk gaya kepemimpinannya saat ini.
Lahir dari Keluarga Sederhana
Sir Keir Rodney Starmer lahir pada 2 September 1962 di London, Inggris, dan dibesarkan di Oxted, Surrey. Ia berasal dari keluarga kelas pekerja. Ayahnya bekerja sebagai pembuat alat, sedangkan ibunya berprofesi sebagai perawat.Nama "Keir" diberikan sebagai penghormatan kepada Keir Hardie, salah satu tokoh yang berperan dalam berdirinya Partai Buruh. Latar belakang keluarga tersebut turut memengaruhi pandangan politik Starmer yang banyak menyoroti isu kesejahteraan sosial, pendidikan, dan pelayanan publik.
Berkarier di Bidang Hukum
Berdasarkan profil resmi yang dipublikasikan Pemerintah Inggris, Starmer memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum sebelum memasuki dunia politik. Ia menempuh pendidikan hukum di University of Leeds dan melanjutkan studi pascasarjana di University of Oxford.Setelah menyelesaikan pendidikan, Starmer berkarier sebagai pengacara dan banyak menangani perkara yang berkaitan dengan hak asasi manusia serta hukum publik. Reputasinya terus berkembang hingga dipercaya menduduki jabatan Director of Public Prosecutions pada 2008–2013.
Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi paling senior dalam sistem peradilan Inggris dan Wales karena bertanggung jawab memimpin Crown Prosecution Service, lembaga yang menangani penuntutan pidana. Atas kontribusinya di bidang hukum dan pelayanan publik, Starmer menerima gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris pada 2014 sehingga berhak menggunakan gelar "Sir".
Memasuki Dunia Politik
Starmer mulai terjun ke dunia politik praktis ketika terpilih sebagai anggota parlemen pada 2015 mewakili daerah Holborn and St Pancras di London.Karier politiknya berkembang relatif cepat. Ia dipercaya mengisi sejumlah posisi penting dalam Partai Buruh, termasuk menjadi juru bicara partai untuk urusan Brexit ketika Inggris tengah menjalani proses keluar dari Uni Eropa (UE).
Pada 2020, Starmer terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh menggantikan Jeremy Corbyn. Sejak saat itu, ia berupaya memperluas basis dukungan partai dengan menitikberatkan agenda pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan layanan publik, dan stabilitas pemerintahan.
Menjadi Perdana Menteri Inggris
Pemilihan umum 2024 menjadi titik balik penting dalam karier Starmer. Partai Buruh berhasil meraih kemenangan besar dan memperoleh mayoritas kursi di parlemen. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi Perdana Menteri Inggris sekaligus mengakhiri dominasi Partai Konservatif yang telah berkuasa sejak 2010.Sebagai kepala pemerintahan, Starmer memimpin Inggris di tengah berbagai tantangan global. Ia berfokus pada upaya memperkuat ekonomi, memperbaiki layanan kesehatan nasional, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat posisi Inggris dalam hubungan internasional.
Kepemimpinannya juga mendapat perhatian dunia karena Inggris tetap memainkan peran penting dalam isu keamanan Eropa, konflik internasional, dan kerja sama ekonomi global.
Keir Starmer menempuh perjalanan panjang sebelum menjadi Perdana Menteri Inggris. Berasal dari keluarga kelas pekerja, ia membangun karier sebagai pengacara, memimpin lembaga penuntutan pidana, lalu beralih ke dunia politik hingga akhirnya memimpin Partai Buruh.
Latar belakang hukum yang dimilikinya menjadi salah satu ciri utama kepemimpinannya. Dengan pengalaman di bidang penegakan hukum dan pemerintahan, Starmer kini memegang peran penting dalam menentukan arah kebijakan Inggris di tengah berbagai tantangan domestik maupun internasional. (Keysa Qanita)
Baca juga: PM Inggris Keir Starmer Resmi Mengundurkan Diri, Partai Buruh Siapkan Suksesor