Forum diskusi publik Aliansi BEM Solo. Istimewa.
Generasi Muda Diajak Tak Mudah Diadu Domba
Arga Sumantri • 23 June 2026 18:48
Solo: Seluruh elemen pemuda dan aktivis mahasiswa Solo diajak kembali ke akar jati diri Kota Solo yang multikultural sebagai kompas utama membangun gerakan perjuangan nasional. Modal terbesar pergerakan bukanlah kemarahan, melainkan kekuatan jalinan sosial yang inklusif dan berbasis pada sejarah panjang persatuan wilayah.
Hal ini disampaikan Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo, Dimas, dalam forum diskusi publik di Aula Gedung Perpustakaan, Universitas Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo.
"Solo adalah kota yang tumbuh di atas nilai multikultural dan pluralisme yang telah teruji oleh sejarah," ujar Dimas dalam keterangannya, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
"Dari Solo, kita tunjukkan kepada Indonesia bahwa persatuan bukan sekadar slogan melainkan kekuatan nyata yang mampu menginisiasi perubahan," tegas Dimas.
Dimas menambahkan untuk menjaga konsistensi gerakan di tingkat lokal, implementasi nilai kebersamaan harus diwujudkan dalam aksi nyata pengawalan isu publik. Gerakan perlu dimulai dengan mengimplementasikan nilai toleransi secara maksimal.
"Artinya, kita harus melibatkan berbagai elemen dalam pengawalan isu, serta menghargai perbedaan pandangan yang dijaga dalam semangat kebhinekaan untuk satu perjuangan," jelas Dimas.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Erwina Tri mengamini kekayaan kultural Surakarta merupakan kearifan politik yang sangat krusial di era modern ini. Nilai toleransi dan inklusivitas di Solo merupakan jangkar.
"Mahasiswa perlu melanggengkannya dengan melihat perkembangan yang terjadi di ruang digital. Adaptasi digitalisasi gerakan ini penting agar gerakan tidak mati, melainkan terus bergerak secara modern tanpa kehilangan jati diri kebhinekaannya," papar Erwina.
Melalui maklumat ini, Aliansi BEM Solo menyatakan komitmennya untuk terus mengawal setiap kebijakan publik yang timpang melalui nalar kritis tajam dan solidaritas yang kokoh, bukan dengan amarah yang kosong.