Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
Grand Canyon Dilanda Panas Ekstrem, Tiga Pendaki Dilaporkan Meninggal Dunia
Willy Haryono • 21 June 2026 15:09
Arizona: Otoritas Amerika Serikat memperingatkan wisatawan yang berkunjung ke Grand Canyon National Park mengenai gelombang panas ekstrem yang diperkirakan melanda kawasan tersebut pada awal pekan mendatang.
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk wilayah Grand Canyon mulai Senin besok hingga Selasa mendatang, dengan suhu di kawasan rendah seperti Phantom Ranch diperkirakan mencapai atau melampaui 43 derajat Celsius.
Peringatan itu dikeluarkan setelah meningkatnya insiden terkait panas ekstrem di kawasan ngarai, termasuk kematian tiga pendaki dalam beberapa hari terakhir.
Dinas Taman Nasional AS (NPS) mengimbau pengunjung untuk menghindari aktivitas pendakian pada tengah hari ketika suhu berada pada titik tertinggi.
“Pengunjung sangat disarankan untuk tidak melakukan pendakian pada jam-jam terpanas,” kata NPS, seperti dikutip dari AsiaOne, Minggu, 21 Juni 2026.
Pada 16 Juni lalu, dua pendaki berusia 67 dan 68 tahun ditemukan meninggal dunia di North Kaibab Trail, salah satu jalur pendakian paling berat di kawasan Grand Canyon.
Menurut NPS, keduanya diduga meninggal akibat gejala penyakit yang berkaitan dengan paparan panas.
Sebelumnya, seorang pendaki berusia 72 tahun juga meninggal pada 12 Juni setelah jatuh sakit akibat suhu tinggi saat berada di South Kaibab Trail.
Kondisi Lebih Panas dari yang Terlihat
Petugas cuaca mengingatkan bahwa kondisi di Grand Canyon sering kali menipu para pengunjung.Suhu di bibir ngarai biasanya 11 hingga 14 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan suhu di dasar ngarai yang harus dilalui para pendaki.
Meteorolog NWS di Flagstaff, Justin Johndrow, mengatakan wilayah tersebut saat ini memasuki periode terpanas dalam setahun sebelum musim hujan monsun tiba pada akhir musim panas.
Menurutnya, banyak pendaki memulai perjalanan dalam kondisi yang relatif sejuk saat menuruni jalur menuju dasar ngarai, namun harus menghadapi pendakian berat dengan suhu jauh lebih tinggi saat kembali ke atas.
“Kondisi itu sudah sangat berat bahkan pada hari yang suhunya normal. Ketika suhu mencapai 40 hingga 43 derajat Celsius, risikonya menjadi jauh lebih besar,” kata Johndrow.
Kebakaran Hutan Picu Evakuasi
Sementara itu, sekitar 145 kilometer di selatan Grand Canyon, kebakaran hutan memicu evakuasi warga dan wisatawan di kawasan Oak Creek Canyon dekat Sedona pada Jumat malam.Kebakaran yang dikenal sebagai Pocket Fire telah membakar ratusan hektare lahan di wilayah pegunungan yang curam dan sulit dijangkau.
Menurut pejabat informasi kebakaran kawasan Southwest Incident Management Team, Dick Fleishman, puluhan petugas dari berbagai lembaga dikerahkan untuk mencegah api meluas ke permukiman dan kawasan wisata.
Kebakaran berpusat di kawasan Red Rock-Secret Mountain Wilderness Area dan mulai mendekati wilayah Coconino National Forest.
Selain cuaca panas dan kondisi kering yang berkepanjangan, kelembapan udara yang rendah juga meningkatkan risiko penyebaran api di wilayah barat Amerika Serikat.
Otoritas setempat terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat mematuhi instruksi keselamatan selama gelombang panas dan ancaman kebakaran masih berlangsung.
Baca juga: Pendaki Taman Nasional di Utah Ditemukan Tewas Akibat Gelombang Panas