Dituduh AS Punya 300 Drone Militer, Kuba Tegaskan Hak Membela Diri

Aktivitas warga di salah satu kota di Kuba. (Anadolu Agency)

Dituduh AS Punya 300 Drone Militer, Kuba Tegaskan Hak Membela Diri

Willy Haryono • 18 May 2026 06:59

Washington: Kedutaan Besar Kuba di Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa negaranya memiliki hak untuk membela diri dari agresi asing, menyusul laporan media AS yang menuding Havana telah memperoleh 300 drone militer.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Minggu, 17 Mei 2026, Kedubes Kuba menyatakan bahwa hak membela diri merupakan prinsip yang dijamin hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Seperti negara mana pun, Kuba memiliki hak untuk mempertahankan diri dari agresi asing,” tulis Kedubes Kuba.

“Itu disebut membela diri dan dilindungi oleh hukum internasional serta Piagam PBB,” lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip Anadolu, Senin, 18 Mei 2026.

Pihak Kuba juga menuduh sejumlah pihak di AS sengaja mendistorsi langkah pertahanan negaranya. Menurut Havana, ada kelompok di AS yang terus berupaya menciptakan dalih untuk menekan Kuba melalui perang ekonomi maupun kemungkinan agresi militer.

“Mereka terus menciptakan dalih, menyebarkan kebohongan, dan menggambarkan persiapan defensif Kuba sebagai sesuatu yang luar biasa,” ujar isi pernyataan itu.

Tudingan AS

Pernyataan Kedubes Kuba muncul setelah media Axios melaporkan dugaan intelijen AS bahwa Havana telah memperoleh lebih dari 300 drone militer.

Mengutip penilaian intelijen rahasia AS yang belum terverifikasi, laporan tersebut menyebut Kuba diduga sempat membahas kemungkinan penggunaan drone untuk menyerang target-target Amerika.

Target yang disebut dalam laporan itu mencakup pangkalan militer AS di Teluk Guantanamo, kapal militer AS, hingga wilayah Key West di Florida.

Meski demikian, pejabat AS disebut tidak meyakini Kuba sedang menyiapkan serangan dalam waktu dekat.

Namun, laporan itu diklaim meningkatkan kekhawatiran pemerintahan Presiden Donald Trump terkait hubungan militer Kuba dengan Rusia dan Iran, serta meningkatnya penggunaan drone dalam peperangan modern.

Narasi Palsu

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez juga ikut menanggapi isu tersebut melalui unggahan terpisah di X.

Ia menuding Washington sedang membangun “narasi palsu” untuk membenarkan tekanan ekonomi dan potensi agresi terhadap Kuba.

“Tanpa alasan yang sah, pemerintah AS setiap hari membangun kasus palsu untuk membenarkan perang ekonomi yang kejam terhadap rakyat Kuba dan kemungkinan agresi militer,” tulis Rodriguez.

Ia menegaskan Kuba tidak menginginkan perang dan hanya mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan agresi eksternal sesuai hak membela diri yang diakui Piagam PBB.

Baca juga:  Kuba Sebut Siap Membela Diri dari Potensi Serangan Militer AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)