AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dengan menargetkan tujuh individu dan dua entitas, termasuk komandan IRGC. (Anadolu Agency)
AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran, Komandan IRGC Jadi Target
Willy Haryono • 31 January 2026 14:39
Washington: Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terkait Iran dengan menargetkan tujuh individu dan dua entitas, termasuk seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), demikian disampaikan Departemen Keuangan AS pada Jumat.
Melalui Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC), Departemen Keuangan AS memasukkan sejumlah nama ke dalam daftar Specially Designated Nationals (SDN). Salah satu individu yang dikenai sanksi adalah Hamid Damghani, Komandan IRGC untuk Provinsi Gilan.
Departemen Keuangan AS menyatakan pihak-pihak yang dijatuhi sanksi diyakini bertanggung jawab atas tindakan penindakan keras terhadap warga sipil dalam gelombang protes yang terjadi di Iran dalam beberapa waktu terakhir.
“Amerika Serikat mendukung rakyat Iran dalam protes mereka terhadap rezim yang korup dan represif di Teheran,” ujar Departemen Keuangan AS, dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Januari 2026.
AS menyebut sanksi tersebut mencakup enam pejabat Iran yang mengawasi pasukan keamanan dan dinilai bertanggung jawab atas penindakan terhadap demonstran, serta satu investor Iran yang dituduh menggelapkan dana dalam jumlah besar dari rakyat Iran.
Gelombang protes di Iran pecah pada akhir Desember 2025, dipicu oleh kekhawatiran publik terhadap melonjaknya inflasi dan melemahnya nilai tukar mata uang nasional, rial Iran.
Di sejumlah kota, aksi protes dilaporkan berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan ketika para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik pemerintah. Terdapat pula laporan mengenai korban jiwa, baik dari kalangan demonstran maupun pasukan keamanan.
Baca juga: AS Peringatkan Iran soal Latihan Militer di Selat Hormuz