Ilustrasi. Foto: dok MI.
IHSG Turun Terimbas Harga Minyak yang Tembus USD100/Barel
Ade Hapsari Lestarini • 9 September 2026 17:38
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 9 September 2026. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak mentah global di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
IHSG turun 8,24 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.678,20. Indeks LQ45 juga melemah 1,33 poin atau 0,20 persen ke posisi 664,25.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bursa Asia didominasi pelemahan seiring kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
"Bursa Asia didominasi pelemahan seiring harga minyak kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga," ujar Nico dalam kajiannya, dilansir Antara, Rabu, 9 September 2026.
Harga minyak mentah global kembali naik. Harga minyak Brent telah menyentuh USD100 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD95 per barel. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi arah kebijakan suku bunga global.
Pelaku pasar juga mencermati keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) pada Kamis, 10 September 2026. Pasar memperkirakan ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Faktor sentimen dalam negeri
Sementara dari dalam negeri, investor masih berhati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Juli 2026 pada Kamis. Sebelumnya, penjualan ritel Juni tercatat turun selama tiga bulan berturut-turut.
Meski demikian, pelemahan IHSG relatif terbatas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid pada kuartal III dan IV-2026 meskipun terjadi sejumlah bencana alam.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat sebelum bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG bertahan di zona merah hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, lima sektor menguat. Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 2,19 persen, diikuti sektor industri yang naik 0,89 persen dan sektor barang baku sebesar 0,73 persen.
Sementara itu, enam sektor melemah. Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,47 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer 1,18 persen dan sektor teknologi 0,97 persen.
Saham dengan penguatan harga terbesar antara lain DPUM, SPAX, ESTI, KOKA, dan MSJA. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MEDS, UDNG, LUCY, NATO, dan PPRI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,15 juta kali transaksi dengan volume 32,53 miliar saham dan nilai transaksi Rp16,13 triliun. Sebanyak 325 saham menguat, 337 saham melemah, dan 301 saham tidak bergerak.
Di bursa regional Asia, indeks Nikkei melemah 0,19 persen ke 65.146,00, Shanghai menguat 0,28 persen ke 3.951,51, Hang Seng melemah 0,17 persen ke 25.274,96, Kospi menguat 1,40 persen ke 7.051,64, dan Straits Times melemah 0,66 persen ke 5.729,63.