Seberapa Banyak Emas yang Bisa Dibeli oleh Bank Sentral?

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Seberapa Banyak Emas yang Bisa Dibeli oleh Bank Sentral?

Eko Nordiansyah • 13 September 2026 10:37

New York: Bank sentral masih memiliki ruang yang cukup besar untuk terus membeli emas setelah lonjakan pembelian dalam beberapa tahun terakhir. BofA memperkirakan bahwa institusi yang memiliki alokasi emas rendah mungkin membutuhkan lebih dari 20 ribu ton untuk mencapai tingkat alokasi cadangan yang dianggap efisien.

Dilansir dari Investing, Minggu, 13 September 2026. pembelian oleh bank sentral telah menjadi faktor utama di pasar emas sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. BofA menyatakan bahwa pembelian tersebut turut mendorong tren kenaikan harga (bull market) emas batangan selama tiga tahun terakhir, dengan volume pembelian tahunan baru-baru ini melampaui 1.000 ton.

Perusahaan tersebut menggunakan kerangka acuan di mana emas mencakup 30 persen dari total aset cadangan. Tingkat ini dianggap oleh tim komoditas mereka sebagai titik di mana information ratio dari portofolio rata-rata bank sentral mencapai angka maksimal.


(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Bank sentral tambah cadangan emas

Secara global, bank sentral perlu membeli sedikit di bawah 2.300 ton untuk mencapai ambang batas tersebut, jumlah yang setara dengan sekitar dua tahun pembelian pada tingkat saat ini.

Potensi pembelian menjadi jauh lebih besar jika bank sentral yang sudah memiliki setidaknya 30 persen cadangannya dalam bentuk emas tidak disertakan dalam perhitungan. BofA memperkirakan institusi-institusi sisanya perlu mengakuisisi sekitar 20.333 ton untuk mencapai target tersebut, yang setara dengan pembelian selama lebih dari dua dekade pada laju saat ini.

Tiongkok memiliki potensi kekurangan terbesar di antara bank-bank sentral yang berada di bawah ambang batas tersebut. BofA memperkirakan Tiongkok membutuhkan tambahan 5.628 ton, dibandingkan dengan 1.866 ton untuk Jepang dan 1.192 ton untuk Swiss. Taiwan, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Singapura masing-masing akan membutuhkan lebih dari 700 ton. 

Data terbaru dari World Gold Council menunjukkan total cadangan emas resmi global mencapai sekitar 36.705 ton. Pembelian bersih oleh bank sentral mencetak rekor sebesar 1.092 ton pada tahun 2024.

Turki tercatat sebagai pembeli terbesar sejak Maret 2022 dengan akumulasi 815 ton, disusul ketat oleh Polandia dengan 808 ton. Di sisi lain, volume penjualan jauh lebih kecil, dipimpin oleh Sri Lanka (387 ton) dan Suriname (265 ton).

BofA menilai bahwa kesenjangan antara alokasi saat ini dan potensi alokasi memberikan sentimen positif bagi emas, terutama jika diversifikasi cadangan terus berlanjut dan bank-bank sentral yang saat ini memiliki alokasi rendah secara bertahap meningkatkan eksposur mereka.

(Eko Nordiansyah)