Mengenal Sejarah MTQ Nasional di Indonesia

Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok Kemenag.

Mengenal Sejarah MTQ Nasional di Indonesia

14 September 2026 14:01

Jakarta: Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang rutin digelar di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga mencakup hafalan, tafsir, pemahaman, hingga seni yang berkaitan dengan Al-Qur'an.

Sejarah MTQ nasional di Indonesia memiliki perjalanan panjang. Sebelum menjadi agenda nasional, kegiatan yang berkaitan dengan pembacaan dan penghafalan Al-Qur'an ini telah berkembang di tengah masyarakat.

Lantas, kapan MTQ nasional pertama kali digelar dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini?

Awal Mula MTQ di Indonesia

Dilansir dari laman Kementerian Agama, kegiatan yang berkaitan dengan MTQ telah berkembang di Indonesia sebelum penyelenggaraan tingkat nasional.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari keberadaan Jami'iyyatul Qurra wal Huffazh. Organisasi yang berada di naungan Nahdlatul Ulama tersebut menjadi wadah bagi para pembaca dan penghafal Al-Qur'an.

MTQ secara nasional pertama kali digelar pada Ramadan 1968 di Makassar, Sulawesi Selatan. MTQ tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama di era Menteri Agama K.H Muhammad Dahlan.

Penyelenggaraan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah MTQ di Indonesia. Setelah itu, kegiatan MTQ mulai dikenal lebih luas dan dilaksanakan di berbagai daerah.

Dilansir dari Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, pada penyelenggaraan pertama di Makassar, cabang yang diperlombakan masih terbatas pada tilawah dewasa.

Setelah Makassar, penyelenggaraan MTQ berlanjut ke berbagai daerah. Kegiatan tersebut kemudian berkembang hingga melibatkan lebih banyak cabang dan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Daftar Tuan Rumah MTQ Nasional dari Tahun ke Tahun

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, MTQ Nasional telah diselenggarakan sebanyak 31 kali sejak pertama kali digelar pada 1968.

Pada 10 penyelenggaraan pertama, MTQ Nasional digelar setiap tahun, tepatnya dari 1968-1977. Setelah itu, dari 1977 - 1985, MTQ Nasional digelar dua kali setahun (4 kali penyelenggaraan). Setelah 1985, tujuh penyelenggaraan MTQ berikutnya digelar tiga tahun sekali. 

Sejak 2006 sampai gelaran ke-31 di Semarang, MTQ Nasional berlangsung dua tahun sekali (10 kali penyelenggaraan).

Berikut ini daftar wilayah yang menjadi tuan rumah MTQ Nasional dari tahun ke tahun:
  1. MTQN 1968 - Makassar, Sulawesi Selatan
  2. MTQN 1969 - Bandung, Jawa Barat
  3. MTQN 1970 - Banjarmasin, Kalimantan Selatan
  4. MTQN 1971 - Medan, Sumatera Utara
  5. MTQN 1972 - Jakarta, DKI Jakarta
  6. MTQN 1973 - Mataram, Nusa Tenggara Barat
  7. MTQN 1974 - Surabaya, Jawa Timur
  8. MTQN 1975 - Palembang, Sumatera Selatan
  9. MTQN 1976 - Samarinda, Kalimantan Timur
  10. MTQN 1977 - Manado, Sulawesi Utara
  11. MTQN 1979 - Semarang, Jawa Tengah
  12. MTQN 1981 - Banda Aceh, Aceh
  13. MTQN 1983 - Padang, Sumatera Barat
  14. MTQN 1985 - Pontianak, Kalimantan Barat
  15. MTQN 1988 - Bandar Lampung, Lampung
  16. MTQN 1991 - Yogyakarta, DI Yogyakarta
  17. MTQN 1994 - Pekanbaru, Riau
  18. MTQN 1997 - Jambi, Jambi
  19. MTQN 2000 - Palu, Sulawesi Tengah
  20. MTQN 2003 - Palangkaraya, Kalimantan Tengah
  21. MTQN 2006 - Kendari, Sulawesi Tenggara
  22. MTQN 2008 - Serang, Banten
  23. MTQN 2010 - Bengkulu, Bengkulu
  24. MTQN 2012 - Ambon, Maluku
  25. MTQN 2014 - Batam, Kepulauan Riau
  26. MTQN 2016 - Mataram, Nusa Tenggara Barat
  27. MTQN 2018 - Medan-Deli Serdang, Sumatera Utara
  28. MTQN 2020 - Padang Pariaman, Sumatera Barat
  29. MTQN 2022 - Banjarbaru, Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
  30. MTQN 2024 - Samarinda, Kalimantan Timur
  31. MTQN 2026 - Semarang, Jawa Tengah
MTQ Nasional XXXI pada 2026 menjadi penyelenggaraan terbaru. Kegiatan tersebut berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Pawai MTQ di Jawa Tengah. Foto: 

Daftar Cabang Lomba MTQ Nasional

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama Sulawesi Barat, cabang perlombaan MTQ terus berkembang sejak pertama kali diselenggarakan secara nasional pada 1968. Berikut cabang yang diperlombakan dalam MTQ antara lain:
  • Tilawah Al-Qur'an 
  • Tahfiz Al-Qur'an 
  • Tafsir Al-Qur'an
  • Fahm Al-Qur'an 
  • Syarh Al-Qur'an
  • Khath Al-Qur'an atau Kaligrafi
  • Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an 
  • Qiraat Al-Qur'an

MTQ Terus Mengikuti Perkembangan Zaman

MTQ juga terus mengalami perkembangan dalam penyelenggaraannya. Salah satunya adalah penggunaan teknologi. 

Kementerian Agama menyediakan sistem e-MTQ sebagai bagian dari digitalisasi penyelenggaraan kegiatan. Perkembangan tersebut membuat penyelenggaraan MTQ dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan tujuan utama kegiatan.

Pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Kementerian Agama juga menghadirkan sejumlah hal baru dalam penyelenggaraan.

Dilansir dari Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, salah satu hal baru tersebut adalah ekshibisi bagi penyandang disabilitas tuli atau sensorik tuli. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan MTQ agar semakin inklusif dan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi.

(Siti Nahdia Usman)

(Arga Sumantri)