Presiden Interim Venezuela dan Utusan AS Bahas Normalisasi Hubungan Diplomatik

Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menemui Utusan AS Laura Dogu di Istana Kepresidenan Miraflores di Caracas, Selasa, 3 Februari 2026. (EFE)

Presiden Interim Venezuela dan Utusan AS Bahas Normalisasi Hubungan Diplomatik

Willy Haryono • 3 February 2026 11:30

Caracas: Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa Presiden interim Delcy Rodríguez telah bertemu utusan Amerika Serikat Laura Dogu, di saat kedua negara secara bertahap melanjutkan hubungan bilateral yang sempat terputus sejak 2019.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin, pemerintah menyebut pertemuan itu berlangsung di Istana Kepresidenan Miraflores di Caracas, dan membahas “agenda kerja antara Republik Bolivarian Venezuela dan Amerika Serikat.”

Menurut pernyataan tersebut, Jorge Rodríguez, saudara Rodríguez sekaligus Presiden Majelis Nasional, menghadiri pertemuan tersebut bersama Menteri Luar Negeri Yvan Gil.

Dogu juga telah bertemu dengan Gil pada akhir pekan setelah kedatangannya di Caracas.

“Pemerintah Venezuela dan Amerika Serikat telah menetapkan untuk melanjutkan peta jalan guna menangani masalah kepentingan bilateral melalui dialog diplomatik dan atas dasar saling menghormati serta hukum internasional,” bunyi pernyataan itu.

Pertemuan ini terjadi setelah bulan-bulan ketegangan tinggi antara kedua negara.

AS menangkap Nicolas Maduro bulan lalu, memicu serta serangkaian perubahan politik, termasuk pelantikan Rodríguez sebagai presiden sementara, pengesahan reformasi undang-undang minyak Venezuela, dan pembebasan sejumlah tahanan politik.

Rodríguez mengatakan bahwa ia mencari hubungan internasional yang “seimbang dan penuh rasa hormat” dengan Amerika Serikat, sementara Presiden Donald Trump menyatakan bahwa hubungan dengan pemerintah sementara itu berjalan dengan baik.

Kedua negara juga telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan ekspor minyak mentah Venezuela senilai hingga 2 miliar dolar AS ke Amerika Serikat.

Pada Jumat, Rodríguez mengumumkan “undang-undang amnesti” yang diusulkan untuk ratusan narapidana, sebuah langkah yang telah lama menjadi tuntutan tokoh oposisi dan kelompok hak asasi manusia.

Baca juga:  Kedutaan Besar AS di Venezuela Kembali Dibuka Setelah 7 Tahun

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)