Ilustrasi digitalisasi perpajakan coretax. Foto: Wiratech.co.id
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Digitalisasi UMKM
Husen Miftahudin • 6 February 2026 11:31
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui program Bakti BCA. Dalam kemeriahan BCA Expoversary 2026, BCA menghadirkan tiga sosok inspiratif atau Local Heroes yang menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemberdayaan sektor perbankan dengan inisiatif masyarakat lokal.
Salah satu sosok yang disorot adalah Muhammad Abdurrahman Azzam, Bakti Champions Ambassador 2025 dari IPB University. Melalui pembekalan Workshop dari BCA, Azzam berhasil melakukan digitalisasi pada salah satu UMKM di wilayah Bogor. Inisiatif ini tidak hanya memperbaiki struktur organisasi mitra, tetapi juga meningkatkan skala penjualan melalui strategi konten media sosial yang berkelanjutan.
"Kemarin itu kita mengangkat UMKM yang berada di sekitaran IPB University. Kami bersinergi bersama, jadi apa yang kami dapatkan dan diajarkan oleh BCA tidak cuma sekedar beasiswa saja, tapi juga tools-tools terkait digital marketing, manajemen organisasi, dan lain-lain," ungkap Azzam dalam BCA Expoversary 2026, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, dikutip Jumat 6 Februari 2026.
"Kemarin itu kita mengangkat UMKM yang berada di sekitaran IPB University. Kami bersinergi bersama, jadi apa yang kami dapatkan dan diajarkan oleh BCA tidak cuma sekedar beasiswa saja, tapi juga tools-tools terkait digital marketing, manajemen organisasi, dan lain-lain," ungkap Azzam dalam BCA Expoversary 2026, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, dikutip Jumat 6 Februari 2026.
| Baca juga: Expoversary 2026 Digelar, BCA Tawarkan Bunga KPR Mulai 1,69% |
Kemandirian ekonomi desa
Di sektor pengembangan desa, Marthen Ragowino Bira berhasil mengubah ketergantungan dana desa menjadi kemandirian ekonomi. Sebagai Kepala Desa Tebara, Marthen bersama pendampingan Desa Bakti BCA menata SDM dan ekosistem pariwisata hingga mencatatkan pendapatan fantastis senilai Rp1,4 miliar dalam setahun hanya dari satu kampung adat.
"Terkait peningkatan wisata, di tahun 2025 terjadi peningkatan sebesar 67 persen. Bahkan, penghasilan dalam satu kampung saja itu menyentuh Rp1,4 miliar," ungkap Marthen.
Keberhasilan ini tidak hanya mensejahterakan warga secara finansial, tetapi juga membawa nama Indonesia ke kancah internasional. Marthen mengatakan, Desa Wisata Kampung Prai Ijing (Tebara) yang terletak di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil menorehkan prestasi melalui penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 di Cebu, Filipina.
Prestasi ini membuktikan desa pelosok mampu bersaing di level global melalui tata kelola yang tepat. "Sangat bangga sekali, dari sekian ribu desa, kita berhasil mewakili Indonesia untuk berada di panggung Internasional," ucap dia.
%20saat%20menjadi%20pembicara%20di%20Bukti%20Bakti%20BCA_Sumber%20Foto_Metrotvnews_Surya%20Mahmuda.jpg)
(Muhammad Abdurrahman Azzam, Diana Kalara Lena, dan Marthen Ragowino Bira pada BCA Expoversary 2026. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda)
Pelestarian identitas dan ekonomi kreatif
Sementara itu, dari sisi pelestarian identitas dan ekonomi kreatif, Diana Kalara Lena memberikan dampak besar pada keberlangsungan wastra Nusantara. Dengan mempertahankan 42 proses panjang pewarnaan alam yang ramah lingkungan, Diana memastikan warisan budaya Sumba tetap hidup dan bernilai ekonomi tinggi.
"Jadi memang untuk kami di Sumba itu tidak bisa disebut perempuan Sumba kalau tidak bisa menenun. Untuk kain Sumba itu prosesnya dari tahapan awal sampai menjadi sehelai kain sebanyak 42 proses. Untuk komunitas penenun di wilayah Sumba, kami sendiri untuk binaan ada 50 orang, yang berasal dari empat desa dengan umur 25 tahun sampai 45 tahun," jelas dia.
Upayanya bersama Bakti BCA membuka ruang bagi perempuan-perempuan Sumba untuk berdaya di tanah kelahiran mereka sendiri, menjaga keseimbangan antara pelestarian ekosistem dan penguatan ekonomi berbasis tradisi. (Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com