Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: ANTARA/HO-Manggala Agni.
Masyarakat Diminta Hentikan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar
Fachri Audhia Hafiez • 24 August 2026 22:50
Kalimantan Barat: Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan (land clearing) dengan cara membakar di tengah kondisi fenomena El Niño kuat yang sangat. Karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Minta pengertiannya kepada masyarakat ya, untuk tidak membakar lahan terlebih dahulu untuk melakukan land clearing untuk kebun-kebun ya," ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin, 24 Agustus 2026.
Baca Juga :
Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah sangat menghormati kearifan lokal warga. Namun, situasi cuaca saat ini dinilai tidak dalam kondisi biasa karena ancaman El Niño yang sangat kuat memicu kekeringan ekstrem.
Dia mengingatkan bahwa dalam kondisi saat ini, api sekecil apa pun berpotensi memicu bencana besar. Sumber pemantik seperti puntung rokok, obat nyamuk, hingga api unggun dapat berdampak fatal di atas lahan yang mengering.
"Mohon sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat,” kata Raja Juli.
.jpeg)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Selain mengimbau warga, Menhut meminta para tokoh dan politisi daerah untuk tidak mempolitisasi kebijakan pembatasan pembukaan lahan secara berlebihan. Menurutnya, keselamatan publik dan pencegahan bencana kabut asap harus menjadi prioritas bersama.
"Karena tujuan kita sebenarnya sama, kita ingin karhutla ini tidak mengakibatkan dampak negatif kepada masyarakat kita. Sekali lagi hentikan politisasi, dan ayo ajak masyarakat kita untuk tidak melakukan land clearing ya pada masa sulit ini," ujar Raja Juli.