Personel militer Myanmar melakukan patroli rutin di bawah kekuasaan junta. (Anadolu Agency)
Serangan Udara di Biara Buddha Myanmar Tewaskan 14 Orang
Willy Haryono • 22 August 2026 12:03
Naypyidaw: Sedikitnya 14 orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan udara terhadap sebuah kompleks biara Buddha di Myanmar tengah, menurut kelompok oposisi dan warga setempat.
Mengutip Al Jazeera, serangan terjadi di Desa Swel Le Oh, Township Myaung, sekitar 75 kilometer sebelah barat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, Jumat, 21 Agustus 2026.
Juru bicara Civil Defense and Security Organization of Myaung Township (CDSOM), Nway Oo, mengatakan sebuah jet tempur menjatuhkan bom ke kompleks biara di desa tersebut. Sebanyak 14 orang tewas, termasuk tiga perempuan, sementara 20 lainnya mengalami luka-luka.
Seorang warga desa yang berbicara secara anonim kepada Associated Press mengatakan lebih dari 100 orang tengah berada di dalam dan sekitar biara untuk mengikuti retret selama sepekan dalam rangka masa Prapaskah Buddha.
Menurut warga tersebut, pesawat menjatuhkan dua bom ke desa dengan jarak sekitar 15 menit. Ia juga mengonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak 14 orang dan mengatakan ibu mertuanya menjadi salah satu korban.
Layanan Bahasa Burma BBC dan sejumlah media lokal melaporkan jumlah korban tewas dalam serangan tersebut berkisar antara 10 hingga 14 orang.
Militer Myanmar belum memberikan komentar terkait serangan tersebut. Sebelumnya, militer mengatakan serangan udaranya hanya ditujukan terhadap target yang dianggap sah.
Serangan terjadi di wilayah Sagaing, salah satu basis kuat kelompok-kelompok perlawanan terhadap pemerintahan militer Myanmar.
Myanmar masih dilanda perang saudara sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih pada Februari 2021. Konflik pecah semakin luas setelah militer menindak keras demonstrasi yang menentang kudeta, mendorong sejumlah kelompok oposisi mengangkat senjata.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah menyoroti peningkatan serangan udara di Myanmar. Independent Investigative Mechanism for Myanmar (IIMM), mekanisme investigasi independen yang dibentuk PBB, mengatakan pada Agustus menemukan peningkatan signifikan dalam serangan udara menjelang pemilu Myanmar yang digelar pada Desember dan Januari.
IIMM menyatakan serangan udara tersebut terus berlangsung setelah pemilu. Namun, Kementerian Luar Negeri Myanmar menolak laporan tersebut dan mengatakan pasukan keamanan hanya menargetkan "teroris" serta berupaya menghindari korban sipil. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Korban Tewas Konflik Myanmar Sejak Kudeta 2021 Lampaui 100 Ribu Orang