Jaringan listrik nasional Kuba kembali mengalami pemadaman total di tengah krisis energi. (Anadolu Agency)
Jaringan Listrik Nasional Kuba Kembali Kolaps, Seluruh Pulau Gelap Total
Willy Haryono • 19 September 2026 10:39
Havana: Jaringan listrik nasional Kuba mengalami pemutusan total pada Jumat kemarin, yang menyebabkan seluruh pulau kehilangan pasokan listrik di tengah krisis energi berkepanjangan.
Serikat Listrik Kuba atau Unión Eléctrica (UNE) mengatakan sistem kelistrikan nasional mengalami “pemutusan total”. Protokol pemulihan kemudian segera diaktifkan.
“Telah terjadi pemutusan total Sistem Kelistrikan Nasional. Protokol pemulihan sudah mulai diaktifkan,” kata UNE melalui akun resminya di platform X yang dilansir Anadolu Agency, Sabtu, 19 September 2026.
UNE mengatakan pihaknya langsung menyelidiki penyebab gangguan tersebut dan akan memberikan informasi terbaru seiring proses pemulihan sistem berlangsung.
Pemadaman terbaru ini merupakan salah satu dari serangkaian gangguan listrik berskala nasional yang terjadi di Kuba sepanjang tahun ini. Infrastruktur kelistrikan yang menua, keterbatasan bahan bakar, serta kapasitas pembangkitan yang terbatas telah memperburuk kondisi pasokan listrik di negara tersebut.
Kuba mengalami sejumlah pemadaman listrik nasional pada Juli dan kembali mengalami gangguan besar pada 2 Agustus. Pemadaman pada Jumat menjadi gangguan terbaru yang menyebabkan jaringan listrik nasional kembali kolaps.
Gangguan tersebut terjadi setelah Havana dan sejumlah wilayah lain di Kuba mengalami kekurangan listrik dalam waktu yang berkepanjangan. Sejumlah kawasan di ibu kota bahkan dilaporkan mengalami pemadaman selama lebih dari 30 jam dalam beberapa pekan terakhir.
Sistem kelistrikan Kuba turut terdampak kondisi pembangkit listrik tenaga termal yang memburuk, kekurangan bahan bakar, serta berbagai kendala dalam mempertahankan kapasitas pembangkitan.
Krisis Energi Kuba
Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba sebelumnya mengaitkan gangguan pasokan listrik dengan kombinasi infrastruktur yang menua, kelangkaan bahan bakar, serta masalah pada sistem pembangkitan listrik.Sumber energi terbarukan telah memberikan tambahan kapasitas pembangkitan, tetapi pembangkit listrik tenaga termal masih menjadi salah satu komponen utama sistem kelistrikan Kuba.
Krisis listrik juga berdampak pada sejumlah layanan penting, termasuk pasokan air dan telekomunikasi.
Pemerintah Kuba sebelumnya menyalahkan kebijakan dan pembatasan Amerika Serikat yang berdampak pada pasokan bahan bakar sebagai salah satu faktor yang memperburuk krisis energi.
Sebaliknya, Washington menyatakan persoalan ekonomi dan infrastruktur Kuba berkaitan dengan kebijakan pemerintah Kuba sendiri.
Di tengah pemadaman terbaru, otoritas Kuba kini berupaya memulihkan kembali sistem kelistrikan nasional yang mengalami keruntuhan total.
Baca juga: Menlu Kuba Salahkan Embargo AS atas Krisis Listrik Nasional