Diptyque Hadirkan Butik Perdana di Plaza Indonesia, Padukan Seni, Desain, dan Wewangian

Suasana butik perdana Diptyque di Plaza Indonesia yang memadukan desain khas Paris dengan sentuhan budaya Indonesia. (Foto: Dok. Diptyque)

Diptyque Hadirkan Butik Perdana di Plaza Indonesia, Padukan Seni, Desain, dan Wewangian

Patrick Pinaria • 1 July 2026 10:17

Jakarta: Diptyque menghadirkan butik pertamanya di Jakarta melalui kehadirannya di Plaza Indonesia. Mengusung semangat butik ikonis di 34 Boulevard Saint-Germain, Paris, butik seluas 62 meter persegi ini memadukan seni, desain, dan wewangian dalam sebuah ruang yang menghadirkan identitas khas Diptyque sekaligus kekayaan budaya Indonesia.

Diptyque resmi dibuka pada Maret 2026. Mengedepankan imajinasi yang bebas berkelana, serta keahlian yang menjadi dasar setiap karya maison tersebut, butik ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara warisan Diptyque dan budaya Indonesia dalam sebuah perayaan akan keunikan serta semangat menjelajah.


Beragam koleksi wewangian dan dekorasi Diptyque ditata untuk menghadirkan pengalaman eksplorasi yang memanjakan indra pengunjung. (Foto: Dok. Diptyque)

Memasuki butik, pengunjung akan disambut fasad hijau ikonis dan lantai mosaik yang dibuat secara khusus. Di dalamnya, pengunjung diajak memasuki dunia yang berbeda melalui perpaduan furnitur dan berbagai objek pilihan yang sarat makna serta memiliki kekuatan bercerita.

Lantai parket kayu gelap, dinding berlapis stucco, karya ilustrasi berukuran besar, hingga furnitur berwarna-warni menciptakan suasana layaknya memasuki kediaman seorang kolektor sekaligus kabinet yang dipenuhi benda-benda unik.

Butik ini terbagi menjadi tiga ruangan yang memadukan pesona interior khas Paris dengan tradisi dekoratif Indonesia. Perpaduan tersebut menyatukan detail arsitektur bergaya Haussmann dengan karya seni dan kerajinan autentik Indonesia.

Dari area pintu masuk menuju ruang utama, terdapat pilar yang dibalut serat anyaman alami sebagai penghormatan terhadap rumah tradisional Indonesia. Pengunjung kemudian disambut dua meja berlapis lak merah yang mengarahkan perjalanan menuju berbagai koleksi Diptyque.

Di sisi kiri ruangan, koleksi Essences de Diptyque ditampilkan pada tiga rak kayu oak dan sebuah meja konsol yang mengarahkan pandangan menuju area wewangian. Di atasnya terpajang karya seniman Mang Moel.

Tak jauh dari sana, lemari kayu oak tinggi yang didedikasikan untuk koleksi Art of Body Care menjadi salah satu pusat perhatian. Dua pintunya terbuka memperlihatkan rak-rak dan cermin yang tersusun rapi.

Berhadapan dengan area tersebut terdapat ruang santai yang dilengkapi kursi berlengan, meja kayu kecil, serta sofa yang menyatu dengan salah satu sisi pilar sehingga menghadirkan suasana nyaman bagi pengunjung.

Pada sisi kanan butik, sebuah meja konsol di bawah susunan rak menampilkan koleksi Les Mondes de Diptyque (The Worlds of Diptyque), yakni rangkaian lilin aromaterapi yang menghadirkan interpretasi berbagai tempat tersembunyi melalui perpaduan unsur alam dan budaya. Di bagian belakangnya, rak buku besar berbahan kayu oak menjadi latar bagi koleksi Home sekaligus menampilkan koleksi herbarium dan lilin.

Area belakang butik dipisahkan oleh lengkungan kayu yang membentuk dua ruang bernuansa hangat. Dinding merah berpadu dengan ceruk bercermin serta langit-langit lengkung khas anyaman bambu dan rotan tradisional.

Ruang santai pertama dilengkapi perapian, karpet, sofa, serta meja konsol hasil kolaborasi dengan Heaps and Wood. Area ini didedikasikan untuk koleksi objek dekoratif yang menghadirkan suasana hangat dan intim. Sementara itu, ruang kedua dikhususkan untuk Art of Gifting yang menjadi penutup perjalanan pengunjung menjelajahi butik.

Melengkapi pengalaman tersebut, Diptyque menghadirkan instalasi Mapparola Island karya Mulyana sebagai penanda kehadiran butik perdananya di Jakarta. Instalasi ini terinspirasi dari lanskap bawah laut Sulawesi yang megah, serta ritual 'Mapparola' di Sulawesi Selatan yang melambangkan kunjungan untuk mempererat hubungan keluarga.

Melalui teknik rajut modular khasnya, Mulyana menghadirkan bentuk-bentuk koral bernuansa merah marun dan oranye keemasan yang memberikan kesan hangat dan magis. Bentuk koral tersebut dirancang menyerupai sumber cahaya tersembunyi yang mengundang kehidupan untuk datang berkumpul.

Seperti cahaya koral yang memikat ikan, instalasi tersebut merepresentasikan Diptyque sebagai ruang yang memikat dan harum, mengajak setiap pengunjung menikmati pengalaman artistik yang mendalam sekaligus merasakan keindahan yang dihadirkan dalam suasana kebersamaan.


Koleksi Home Diptyque ditampilkan dalam ruang yang dirancang menghadirkan pengalaman artistik melalui perpaduan wewangian, dekorasi, dan desain interior. (Foto: Dok. Diptyque)

Perpaduan warna hijau dan merah dengan berbagai gradasinya menjadikan butik Diptyque di pusat Jakarta ini memanjakan indra sekaligus imajinasi pengunjung. Setiap area didedikasikan bagi berbagai koleksi beserta ritual penggunaannya, mulai dari koleksi Home berupa lilin aromaterapi dengan aroma floral, woody, spicy, dan herbaceous hingga koleksi wewangian serta perawatan tubuh.

Di berbagai sudut koleksi Home, pengunjung juga dapat menemukan beragam objek dekoratif, termasuk aksesori untuk lilin. Seluruh koleksi tersebut dirancang untuk menghadirkan keindahan dalam kehidupan sehari-hari.


Diptyque menghadirkan butik pertamanya di Jakarta melalui Plaza Indonesia dengan konsep yang terinspirasi dari butik ikonisnya di Paris. (Foto: Dok. Diptyque)

Melalui permainan warna dan material yang menghadirkan beragam kontras dan kejutan, butik Diptyque di Plaza Indonesia menawarkan pengalaman eksplorasi yang memadukan seni, desain, dan wewangian dalam balutan imajinasi yang menjadi ciri khas maison tersebut.

(Patrick Pinaria)