Ilustrasi listrik. Foto: Shutterstock
Tagihan Membengkak? Ini 10 Langkah Menghemat Listrik Bulanan
Richard Alkhalik • 19 May 2026 13:43
Jakarta: Ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik kian tak terhindarkan, seiring dengan meningkatnya penggunaan ragam peralatan elektronik rumah tangga. Pemakaian listrik yang tidak bijak kerap kali menjadi bumerang yang menguras kondisi keuangan akibat lonjakan tagihan bulanan yang kian mahal.
Selain demi menjaga kecukupan keuangan, penghematan listrik pada dasarnya adalah wujud kesadaran terhadap pelestarian lingkungan. Kapasitas sumber daya alam penghasil energi seperti bahan bakar fosil kian menipis dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk diperbarui.
Oleh karena itu, langkah efisiensi energi dan mendukung penggunaan listrik yang bijak sebaiknya harus diterapkan secara disiplin mulai dari ranah rumah tangga.
Walaupun tarif listrik dapat berfluktuasi mengikuti kebijakan pemerintah, masyarakat sejatinya dapat menyiasati pembengkakan tagihan listrik bulanan melalui perubahan kebiasaan sederhana, tanpa perlu merenovasi rumah atau mengeluarkan biaya investasi yang mahal.
Melansir publikasi dari sunenergy.id, dengan terus mengupayakan praktik hemat energi tidak hanya menekan pengeluaran bulanan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pelestarian ketahanan energi nasional jangka panjang.
Berikut adalah sepuluh langkah praktis yang dapat kamu terapkan untuk menyusutkan tagihan listrik di rumah:
1. Efisiensi Penggunaan Lampu
Langkah paling mendasar adalah membiasakan diri mematikan lampu saat akan beristirahat atau meninggalkan rumah. Cukup nyalakan penerangan pada area yang benar-benar penting, seperti teras atau halaman. Kelalaian mematikan lampu yang sering dianggap sepele sejatinya memakan daya akumulatif yang cukup besar dan boros.2. Beralih ke Lampu Hemat Energi
Kamu sebaiknya segera tinggalkan penggunaan lampu bohlam konvensional dan beralihlah ke teknologi Light Emitting Diode (LED) yang jauh lebih hemat daya. Selain itu, hindari penggunaan lampu bekas yang telah diservis ulang. Selain performa dayanya yang tidak lagi efisien, lampu modifikasi ulang tersebut sangat rentan memicu korsleting listrik.3. Gunakan Peranti Elektronik Berdaya Rendah
Pilihlah peralatan rumah tangga masa kini yang telah dirancang dengan teknologi hemat energi, seperti fitur inverter atau low watt. Inovasi teknologi pada peranti modern ini terbukti mampu meminimalisasi konsumsi daya dan memberikan dampak penurunan tagihan yang cukup signifikan.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
4. Manfaatkan Sistem Listrik Prabayar
Skema listrik prabayar atau penggunaan token sejatinya sangat menguntungkan bagi konsumen yang cermat. Dengan sistem ini, alokasi penggunaan listrik dapat dikontrol sesuai dengan pagu anggaran bulanan. Melalui target yang terukur, konsumen dapat secara rutin mengevaluasi efisiensi konsumsi daya hariannya secara mandiri.5. Minimalkan Penggunaan AC dan Maksimalkan Ventilasi
Pendingin ruangan seperti penggunaan AC merupakan salah satu penyedot daya terbesar di rumah. Sebagai alternatif, kamu bisa maksimalkan sirkulasi udara alami melalui bukaan ventilasi, atau gunakan kipas angin yang mengonsumsi daya jauh lebih rendah untuk menjaga kesegaran udara di dalam hunian.6. Cabut Steker yang Tidak Terpakai
Jangan biarkan kabel peralatan elektronik terus tertancap pada stopkontak ketika tidak digunakan. Arus listrik tersembunyi akan terus mengalir meskipun perangkat dalam kondisi mati. Kebiasaan mencabut steker tidak hanya menghemat energi, tetapi juga meminimalisasi risiko arus pendek.7. Gunakan Air Bersuhu Normal untuk Mencuci
Apabila mesin cuci kamu dilengkapi dengan fitur pemanas air, sebaiknya hindari penggunaannya untuk rutinitas harian. Memutar mesin cuci dengan mode air hangat atau panas membutuhkan tarikan daya listrik yang amat masif dan membuat tagihan lekas membengkak.8. Pilih Televisi Berteknologi Layar LED
Mengganti televisi tabung versi lama dengan TV layar LED merupakan investasi kecil yang cerdas. Selain menghadirkan kualitas visual yang lebih jernih dan desain modern yang elegan, TV LED mengonsumsi daya listrik yang jauh lebih minim.9. Gunakan Air Mendidih saat Memasak Nasi
Untuk menyiasati tarikan daya besar pada penanak nasi atau rice cooker, kamu dapat menggunakan air yang telah dididihkan sebelumnya misalnya dari kompor. Trik ini akan mempercepat durasi elemen pemanas elektrik bekerja, sehingga konsumsi daya dapat dipangkas dan jauh lebih hemat.10. Pasang Panel Surya sebagai Solusi Jangka Panjang
Untuk kerangka jangka panjang, instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap adalah opsi paling mutakhir untuk kamu gunakan saat ini. Mengingat Indonesia dianugerahi paparan sinar matahari rata-rata 4,8 kWh per meter persegi per hari sepanjang tahun, adopsi panel surya bisa menjadi alternatif pilihan dan mampu menyusutkan tagihan listrik kamu hingga 30 persen dibandingkan dengan tarif normal dari penggunaan listrik dari biasanya.Demikianlah sepuluh langkah praktis yang dapat diterapkan secara mandiri untuk mengefisiensikan penggunaan energi bagi kamu. Melalui kebiasaan ini, kamu dapat mencegah pembengkakan biaya dan menjaga tagihan listrik bulanan agar tetap terkendali.