Fadli Zon Usul Makam Pahlawan Nasional Jadi Cagar Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kedua dari kiri). Foto: Metro TV/Muhammad Alvi Randa.

Fadli Zon Usul Makam Pahlawan Nasional Jadi Cagar Budaya

Muhammad Alvi Randa • 19 May 2026 15:40

Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan agar seluruh makam pahlawan nasional hingga tokoh budaya di Indonesia ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Langkah strategis ini dinilai penting tidak hanya untuk menjaga kelestarian situs sejarah, tetapi juga untuk membuka potensi wisata budaya dan religi yang bernilai tinggi.

“Menurut saya makam-makam pahlawan nasional itu semuanya seharusnya menjadi cagar budaya. Karena sekarang masih ada yang sudah ditetapkan dan ada yang belum,” kata Fadli dalam Taklimat Media Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional 2026 di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
 


Fadli menyayangkan masih banyaknya makam tokoh bangsa yang belum memiliki status hukum sebagai cagar budaya. Padahal, setiap situs makam tersebut menyimpan nilai sejarah yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi publik bagi generasi muda.

Tidak hanya pahlawan nasional, Fadli juga mendorong agar makam para seniman, budayawan, hingga sastrawan besar tanah air dimasukkan ke dalam daftar cagar budaya peringkat nasional.

“Kemudian makam-makam tokoh nasional, baik seniman maupun budayawan, perlu dipikirkan menjadi cagar budaya nasional supaya ada perawatan,” ujar Fadli.

Fadli optimistis makam tokoh bersejarah ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata ziarah yang mampu menginspirasi masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana negara luar mengelola makam tokoh besarnya, seperti makam penulis legendaris Leo Tolstoy di Yasnaya Polyana, Rusia, serta monumen Pantheon di Paris, Prancis, yang sukses menjadi magnet wisata dunia.


Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Metro TV/Muhammad Alvi Randa.

Menurut Fadli, Indonesia memiliki potensi yang jauh lebih besar. Beberapa contoh nyata yang bisa terus dikembangkan secara maksimal adalah makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden ke-1 RI Soekarno, hingga makam para maestro sastra dan film seperti Chairil Anwar dan Usmar Ismail.

Fadli menambahkan, pengelolaan situs makam yang profesional nantinya akan membawa dampak domino positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pengembangan ini dipercaya mampu menghidupkan sektor UMKM setempat melalui geliat wisata religi, kuliner, hingga industri penjualan suvenir khas di kawasan makam.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)