Ilustrasi Lionel Messi dan Vozinha. (instagram/@afaseleccionen)
Tepis Tembakan Messi, Vozinha Selamatkan Tanjung Verde 8 Kali Lawan Argentina
Riza Aslam Khaeron • 4 July 2026 12:54
Jakarta: Kiper veteran Tanjung Verde (Cabo Verde), Vozinha, menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian saat timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung pada 4 Juli 2026 tersebut kini ramai diperbincangkan netizen sebagai salah satu pertandingan terbaik di turnamen edisi kali ini.
Tanjung Verde mampu memaksa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu (extra time). Salah satu alasan utama mereka bisa bertahan sejauh itu adalah ketangguhan luar biasa Vozinha di bawah mistar gawang. Meski akhirnya gagal membawa negaranya melaju ke babak berikutnya, penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil heroik dan berulang kali membuat Lionel Messi frustrasi.Vozinha bermain penuh selama 120 menit. Dalam waktu normal 90 menit, ia sukses mencatatkan delapan penyelamatan gemilang, melampaui catatan impresif yang sebelumnya ia torehkan saat menghadapi Spanyol di fase grup. Ia mengawal gawangnya dengan sangat bersih tanpa menerima satu pun kartu kuning maupun kartu merah.

Vozinha. (Instagram/@fcfcomunica)
Pada babak pertama, pertahanan Tanjung Verde yang menggunakan formasi rapat 4-5-1 tampil sangat disiplin, sehingga Vozinha sebenarnya tidak terlalu banyak bekerja keras. Namun, ia juga tidak bisa berbuat banyak saat Lionel Messi mencetak gol pembuka pada menit ke-29 lewat sepakan tajam ke sudut atas gawang.
Memasuki babak kedua, Vozinha bertransformasi menjadi tembok kokoh yang menghalangi Argentina untuk mengunci kemenangan lebih cepat.
Salah satu momen paling memukau terjadi pada menit ke-63. Ketika skor masih imbang 1-1 dan Argentina mendapatkan peluang emas untuk kembali unggul, Vozinha dengan sigap mementahkan tembakan Messi dalam situasi satu lawan satu setelah sang megabintang menusuk cepat ke area berbahaya.
%20-%20Cabo%20Verde%20%F0%9F%87%A8%F0%9F%87%BB%201%20(Deroy%20Duarte)%E2%8F%B1%20Final%20de.jpg)
Messi dalam laga melawan Tanjung Verde. (Instagram/@afaseleccion)
Ketangguhannya kembali diuji pada menit ke-72. Vozinha kembali berhasil mementahkan yang langsung melompat ke arah kanan gawang untuk membendung tendangan tendangan Messi, kali ini melalui skema tendangan bebas akurat di depan kotak penalti.
Drama di atas lapangan kian memuncak pada masa injury time babak kedua. Argentina kembali mendapatkan hadiah tendangan bebas di posisi yang sangat ideal bagi Messi. Situasi tersebut tampak sempurna untuk menjadi momen sinematis bagi sang kapten Argentina.
Namun, tembakan Messi lagi-lagi mampu ditepis oleh Vozinha, di mana bola muntahan tepisan Vozinha disambut dengan sundulan ke gawang oleh pemain Argentina lainnya dan ditangkap dengan sempurna oleh sang kiper Tanjung Verde. Momen tersebut memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Performa luar biasa kontra Argentina ini menyempurnakan catatan impresif Vozinha sepanjang turnamen. Vozinha pun meninggalkan panggung Piala Dunia 2026 dengan total 25 penyelamatan, catatan tertinggi di turnamen sejauh ini.
| Baca Juga: Messi Pimpin Top Skor Sementara Piala Dunia 2026, Ditempel Ketat Mbappe |
Tanjung Verde Lawan Tangguh Argentina
Tanjung Verde sendiri memberikan perlawanan yang cukup mengesankan bagi negara yang baru pertama kali mengikuti Piala Dunia dan menghadapi sang juara bertahan.Setelah tertinggal oleh gol Messi pada menit ke-29, mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59 lewat gol jarak dekat Deroy Duarte, yang sekaligus menjadi gol perdananya untuk tim nasional.
Saat Argentina kembali memimpin di babak perpanjangan waktu, Tanjung Verde kemudian berhasil kembali menemukan penyeimbang.
Sidny Lopes Cabral mencetak gol indah di menit ke-103 untuk mengubah papan skor menjadi 2-2. Sayangnya, mimpi indah Tanjung Verde harus buyar setelah Argentina mengunci kemenangan 3-2 pada menit ke-111 lewat gol bunuh diri dari assist tendangan sudut Messi.
Meski Argentina yang berhak melaju ke babak 16 besar, Vozinha pulang dengan kepala tegak sebagai salah satu sosok paling ikonik dalam perjalanan bersejarah Tanjung Verde yang merupakan negara terkecil dalam sejarah turnamen akbar ini.