D'ORSAY memperkenalkan parfum Love After Rain K.M. yang mengusung karakter aroma neo-chypre dengan inspirasi harapan setelah hujan. (Foto: Dok. Istimewa)
D'ORSAY Luncurkan Love After Rain, Angkat Kisah Harapan lewat Aroma Neo-Chypre
Duta Erlangga • 6 July 2026 16:32
Jakarta: Rumah parfum asal Prancis, D'ORSAY, memperkenalkan koleksi parfum terbarunya, Love After Rain K.M. Koleksi tersebut tidak hanya menghadirkan aroma baru, tetapi juga mengangkat kisah tentang harapan dan cinta yang telah menjadi identitas D'ORSAY selama hampir dua abad.
Parfum Love After Rain K.M diperkenalkan dalam acara peluncuran yang digelar di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, pada 29 Juni 2026. CEO sekaligus Co-Founder D'ORSAY Amelie Huynh memperkenalkan langsung parfum tersebut dan menyampaikan peluncuran ini menjadi momen penting bagi D'ORSAY untuk berbagi perjalanan rumah parfum tersebut bersama para pencinta parfum di Indonesia.
Menurut Amelie, Love After Rain terinspirasi dari momen ketika hujan berhenti dan cahaya matahari kembali muncul. Momen tersebut menjadi simbol harapan bagi siapa saja yang baru melewati masa sulit dalam kehidupan maupun perjalanan cinta.
Didirikan pada 1830, D'ORSAY mengawali perjalanannya melalui parfum uniseks pertama yang diciptakan Alfred d'Orsay untuk dirinya dan sang pujaan hati, Marguerite de Blessington. Kisah tersebut menjadi fondasi rumah parfum asal Prancis itu dalam menghadirkan wewangian yang mengangkat tema cinta melalui setiap koleksinya.
Filosofi tersebut kemudian diwujudkan dalam Love After Rain K.M., parfum yang merepresentasikan janji kuat dari cinta yang baru bertumbuh sekaligus keindahan alam yang kembali tersingkap setelah hujan reda. D'ORSAY menghadirkan interpretasi neo-chypre melalui perpaduan aroma pir, iris aldehyde, lily of the valley, iris bertekstur lembut, ambrette, akor lumut, tonka bean, dan nuansa kayu yang menciptakan karakter tenang, hangat, sekaligus bercahaya.

Love After Rain K.M. menghadirkan karakter aroma neo-chypre melalui perpaduan pir, iris, lily of the valley, ambrette, tonka bean, akor lumut, dan nuansa kayu. (Foto: Dok. Istimewa)
Peluncuran Love After Rain K.M. juga dilengkapi dengan instalasi yang menghadirkan pengalaman wewangian secara hidup, intim, dan memikat. Instalasi tersebut membawa pengunjung menyelami kisah tentang harapan dan cinta yang menjadi identitas D'ORSAY
.
Dalam pengembangan parfum ini, D'ORSAY menggandeng peracik parfum Fanny Bal untuk menerjemahkan kisah tersebut ke dalam sebuah komposisi aroma. Menurut Fanny Bal, Love After Rain K.M. dirancang untuk menangkap momen hening setelah hujan, ketika dunia terasa kembali tenang dan diperbarui.
"Di balik kesegaran yang dihadirkan oleh pir, lily of the valley, dan iris, yang paling menyentuh saya justru adalah kepadatan teksturnya. Parfum ini menyelimuti kulit dengan sensasi yang begitu intim, menghadirkan ketenangan yang mendalam. Lebih dari sekadar nuansa powdery khas iris, keseluruhan teksturnya, kaya, membalut, dan ditopang oleh dasar aroma kayu serta lumut, membentuk karakter unik parfum ini," ujar Fanny Bal.
Fanny Bal menjelaskan iris menjadi inti dari komposisi parfum dan diperkaya dengan lily of the valley yang menghadirkan transparansi serta kejernihan. Sementara itu, dasar aroma kayu dan lumut memberikan kedalaman sekaligus tekstur yang menjadi ciri khas karakter neo-chypre pada Love After Rain K.M.

D'ORSAY menggandeng seniman Prancis Frederic Forest untuk menghadirkan identitas visual Love After Rain K.M. (Foto: Dok. Istimewa)
Selain menghadirkan komposisi aroma, D'ORSAY juga menggandeng seniman asal Prancis, Frederic Forest, untuk mengembangkan identitas visual Love After Rain K.M. Melalui ilustrasi orisinal dan kaligrafi eksklusif yang digunakan pada label botol serta kemasan parfum, Forest menerjemahkan kisah tentang harapan, cinta, dan momen setelah hujan ke dalam karya visual yang menjadi bagian dari karakter koleksi tersebut.
Amelie juga menilai tren parfum mewah atau niche perfumery di Indonesia terus berkembang seiring semakin banyak masyarakat yang mencari wewangian sebagai sarana mengekspresikan kepribadian. Menurutnya, parfum telah menjadi bentuk ekspresi diri yang tidak terlihat, tetapi mampu meninggalkan kesan yang kuat bagi orang lain.
Ia meyakini Indonesia akan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan D'ORSAY di kawasan Asia. Karakter, budaya, hingga memori aroma yang dimiliki masyarakat Indonesia dinilai akan memperkaya perjalanan D'ORSAY dalam mengembangkan karya-karya berikutnya.
Melalui Love After Rain K.M., D'ORSAY tidak hanya memperkenalkan sebuah parfum baru, tetapi juga membawa pesan bahwa setiap aroma dapat menyimpan cerita dan emosi. Indonesia pun diharapkan menjadi bagian dari perjalanan baru D'ORSAY dalam mengembangkan parfum yang semakin dekat dengan karakter dan selera masyarakat Asia.