Deli Serdang Dilanda Banjir dan Angin Kencang, BNPB: Kondisi Berangsur Kondusif

Petugas melakukan pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) di titik-titik banjir Desa Paluh Kemiri, Kec. Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang, Sabtu (4/7). Foto: BPBD Kab. Deli Serdang

Deli Serdang Dilanda Banjir dan Angin Kencang, BNPB: Kondisi Berangsur Kondusif

Lukman Diah Sari • 6 July 2026 06:35

Jakarta: Bencana hidrometeorologi basah terjadi di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir dan angin kencang melanda puluhan KK. 

"Banjir melanda Desa Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu, 4 Juli, pukul 04.35 WIB," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, pada Minggu, 5 Juli 2026.

Dia menyebut, peristiwa tersebut berdampak pada 27 KK atau 108 jiwa. Menindaklanjuti kejadian itu, BPBD Kabupaten Deli Serdang mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi di lapangan, serta memonitor perkembangan debit air.

"Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut pada hari yang sama," ujar Abdul.

Petugas melakukan pemantauan Tinggi Muka Air (TMA) di titik-titik banjir Desa  Paluh Kemiri, Kec. Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang, Sabtu (4/7). Foto: BPBD Kab. Deli Serdang

Selain banjir, Angin kencang menyapu wilayah Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat, 3 Juli 2026. Menurut BNPB, angin kencang terjadi di Desa Salam Tani, Hulu, Lama, Namo Rih, Namo Bintang, dan Pertampilen.

"Kejadian tersebut berdampak pada 15 KK atau 54 jiwa. Selain itu, delapan unit rumah mengalami rusak ringan dan tujuh unit lainnya rusak sedang," kata Abdul.

Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Deli Serdang mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang terdampak. Saat ini, kondisi telah berangsur kondusif dan masyarakat telah kembali menempati rumah masing-masing.

(Lukman Diah Sari)