Socceroos Jadi Tumpuan Asia, Statistik Bicara Duel Ketat Lawan Mesir

Gelandang tengah Timnas Australia Connor Metcalfe. Foto: Instagram @socceroos.

Socceroos Jadi Tumpuan Asia, Statistik Bicara Duel Ketat Lawan Mesir

Husen Miftahudin • 3 July 2026 15:12

Jakarta: Setelah Jepang tersingkir oleh Brasil, harapan Asia di Piala Dunia 2026 kini bertumpu pada Australia yang akan menghadapi Mesir pada babak 32 besar di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Sabtu, 3 Juli 2026 pukul 01.00 WIB.
 
Dari sembilan wakil Asia di turnamen kali ini, hanya Australia dan Jepang yang mampu melaju ke fase gugur, meski format kompetisi telah diperluas menjadi 48 tim. Kini, Socceroos menjadi satu-satunya wakil Asia yang tersisa dan berpeluang melangkah ke babak 16 besar, fase yang sebelumnya pernah mereka capai pada edisi 2006 dan 2022.
 
Australia juga tercatat sebagai satu dari empat tim Asia yang pernah tampil di fase yang kini setara dengan babak 32 besar, bersama Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
 
Sejak bergabung ke Asian Football Confederation pada 2006 setelah meninggalkan Oceania Football Confederation, Australia tidak pernah absen dalam lima edisi terakhir Piala Dunia.
 
Pengalaman tersebut menjadi modal penting menghadapi Mesir, yang baru untuk pertama kalinya menembus fase gugur dalam format modern setelah gagal pada edisi 1990, 2018, dan 2022. Sementara bagi Mesir, pencapaian ini menjadi yang pertama sejak tampil di babak 16 besar pada Piala Dunia 1934.
 

Baca juga: Prediksi Australia vs Mesir, Socceroos Kejar Rekor Baru di Piala Dunia 2026
 

Statistik fase grup: Mesir lebih unggul

 
Berdasarkan peringkat FIFA sebelum laga, Australia berada di posisi ke-28, di bawah Amerika Serikat (15) dan Turki (27) yang menjadi lawan mereka di Grup D. Sementara Mesir berada di posisi ke-26 dan tergabung bersama Belgia (9), Iran (22), dan Selandia Baru (86) di Grup G.
 
Secara statistik fase grup, Mesir lebih unggul dalam sejumlah aspek. Dalam penguasaan bola, Mesir mencatat rata-rata 47 persen dan berada di posisi ke-22 turnamen. Australia hanya membukukan rata-rata 33 persen dan berada di posisi ke-42.
 
Dari sisi expected goals (xG), Mesir juga lebih baik dengan 3,76, menempatkan mereka di urutan ke-24. Australia berada di posisi ke-40 dengan xG 1,99. Mesir juga lebih produktif dalam menciptakan peluang, dengan 48 peluang dan 13 tembakan tepat sasaran. Australia hanya menghasilkan 26 peluang dengan 11 tembakan on target.
 
Meski kalah dalam statistik penguasaan bola dan peluang, Australia menunjukkan efektivitas yang tinggi. Socceroos mampu menumbangkan Turki 2-0, tim yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi. Mereka juga mampu merepotkan Amerika Serikat, meski akhirnya kalah lewat gol bunuh diri dan satu gol yang disahkan melalui VAR.
 
Tim asuhan Tony Popovic dikenal mengandalkan pendekatan pragmatis dengan pertahanan blok rendah, duel fisik intens, serta serangan balik cepat. Australia kerap memancing lawan menyerang sebelum memanfaatkan ruang terbuka melalui pergerakan Jordan Bos dan Jackson Irvine.
 
Di lini depan, kehadiran Harry Souttar juga menjadi ancaman, terutama dalam situasi bola mati dan transisi cepat.


(Mohamed Salah. Foto: Instagram @mosalah)
 

Mesir bertumpu pada Salah dan Marmoush

 
Mesir juga mengusung pendekatan serupa dengan pertahanan solid dan transisi cepat. Namun, keunggulan utama The Pharaohs terletak pada kualitas individu di lini depan, terutama Mohamed Salah dan Omar Marmoush.
 
Keduanya menjadi motor utama serangan, baik dalam skema open play maupun situasi bola mati. Tim asuhan Hossam Hassan juga terbukti efektif dalam mengubah peluang kecil menjadi gol.
 
Pertemuan Australia dan Mesir diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama mengandalkan disiplin bertahan dan efektivitas transisi.
 
Mesir secara statistik lebih unggul, tetapi Australia memiliki pengalaman dan efektivitas yang telah terbukti mampu menyulitkan lawan dengan peringkat lebih tinggi.
 
Jika Mesir gagal mencetak gol lebih awal, laga berpotensi berjalan hingga perpanjangan waktu atau bahkan adu penalti. Australia tetap memiliki peluang untuk melangkah ke babak 16 besar dan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Tanjung Verde.

(Husen Miftahudin)