Ali Shaath Resmi Pimpin NCAG, Fokus Pemulihan Layanan Publik Gaza

Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Ali Shaath Resmi Pimpin NCAG, Fokus Pemulihan Layanan Publik Gaza

Willy Haryono • 19 January 2026 12:55

Gaza: Ali Shaath resmi memulai tugasnya sebagai Ketua Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Langkah awalnya ditandai dengan penandatanganan pernyataan misi komite yang akan menjadi landasan tata kelola dan prinsip operasional pemerintahan transisi di wilayah tersebut.

Shaath menyatakan NCAG memiliki mandat resmi berdasarkan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 serta Rencana Perdamaian 20 Poin yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Komite ini ditugaskan mengelola masa transisi Jalur Gaza menuju fondasi kemakmuran Palestina yang berkelanjutan.

Dalam pernyataan resminya, Shaath menegaskan misi utama NCAG adalah membangun kembali Gaza, baik dari sisi infrastruktur maupun stabilitas sosial. Fokus komite mencakup pemulihan keamanan serta layanan esensial seperti listrik, air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan.

“Tujuan kami adalah menciptakan tata kelola yang berakar pada perdamaian, demokrasi, dan keadilan, serta membangun ekonomi produktif untuk menggantikan pengangguran dengan peluang bagi seluruh warga,” kata Shaath, seperti dikutip Anadolu, Senin, 19 Januari 2026. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan integritas tinggi dalam menjalankan pemerintahan teknokratik tersebut.

NCAG akan beroperasi di bawah panduan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diketuai langsung oleh Trump. Komite ini diisi oleh para pemimpin teknokrat yang bertugas menstabilkan kehidupan sehari-hari warga Gaza pascakonflik.

Sebelumnya, Gedung Putih merilis daftar anggota Dewan Eksekutif Gaza yang mencakup sejumlah tokoh internasional, antara lain Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan, utusan khusus AS Steve Witkoff, Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, serta pejabat tinggi dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir.

Penunjukan Shaath—mantan Wakil Menteri Otoritas Palestina—dipandang sebagai upaya menempatkan figur yang memiliki legitimasi luas. Langkah ini sejalan dengan dimulainya fase kedua rencana gencatan senjata Gaza yang berfokus pada demiliterisasi, pemerintahan teknokratik, dan rekonstruksi menyeluruh.

Shaath menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa NCAG berupaya mengamankan jalur menuju hak-hak nyata dan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina melalui jalan damai. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Trump Undang Raja Yordania Abdullah II Masuk Dewan Perdamaian Gaza

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)