Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik (NATO) Mark Rutte. Foto: Anadolu
NATO Desak Selat Hormuz untuk Segera Dibuka Kembali
Elvina Sihombing • 19 March 2026 13:19
Brussels: Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik (NATO) Mark Rutte, menegaskan bahwa Selat Hormuz harus segera dibuka kembali.
Rutte menyatakan bahwa negara-negara sekutu saat ini tengah bekerja sama untuk menentukan langkah terbaik dalam memulihkan jalur pelayaran strategis tersebut.
“Saya telah berkomunikasi dengan banyak sekutu. Kita semua sepakat bahwa selat ini harus dibuka kembali,” ujar Rutte dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Norwegia Tore O. Sandvik dan Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 19 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa para sekutu sedang membahas berbagai opsi dan bekerja secara kolektif untuk menemukan solusi ke depan.
Selat Hormuz menjadi perhatian dunia setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup jalur tersebut bagi sebagian besar kapal sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.
Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat ini setiap hari. Gangguan terhadap jalur tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut bahwa sejumlah negara siap membantu membuka kembali jalur tersebut, meski tidak merinci negara yang terlibat.
Namun, beberapa negara Eropa seperti Jerman, Italia, Inggris, dan Belgia menolak untuk mengerahkan pasukan angkatan laut, dan menegaskan tidak ingin terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat dengan Iran.
Mantan Perdana Menteri Belanda itu juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengembangkan kemampuan nuklir maupun rudal balistik, dan NATO berkomitmen untuk memastikan ancaman tersebut dapat ditekan.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan ofensif bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang.