Stabilitas Harga dan Bantuan Pangan Jadi Penopang Jelang Lebaran

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Stabilitas Harga dan Bantuan Pangan Jadi Penopang Jelang Lebaran

Deny Irwanto • 19 March 2026 21:41

Jakarta: Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, berbagai kebijakan ekonomi pemerintah mulai dirasakan sebagai upaya menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi. Sejumlah stimulus disiapkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan selama periode Ramadan hingga Lebaran.

"Kebijakan bantuan pangan bagi 34,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diskon transportasi mudik, dan THR ASN yang tepat waktu, merupakan kebijakan yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat," kata Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, dalam keterangan pers dikutip, Kamis, 19 Maret 2026.

Stimulus ekonomi tersebut mencakup bantuan pangan bagi jutaan keluarga penerima manfaat, diskon transportasi untuk mendukung mobilitas mudik, hingga pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara secara tepat waktu. Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG agar distribusi kebutuhan pokok tetap lancar.

Menurut Surya, kepastian stok energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Ketersediaan BBM dan LPG dinilai berperan besar dalam menekan potensi lonjakan harga berbagai komoditas.

"Kenaikan harga BBM dan LPG dapat memicu kenaikan harga komoditas lainnya. Maka penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga melalui program jaminan stok BBM dan LPG untuk mencegah inflasi yang tinggi," jelasnya.

Ilustrasi pasar. MI/Ramdani.


Ia juga menilai bantuan pangan yang diberikan dalam bentuk beras dan minyak goreng dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama kelompok rentan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat di momen penting seperti Lebaran.

"Kebijakan ekonomi ini merupakan cerminan penggunaan anggaran belanja negara yang berpihak pada rakyat miskin. Sudah selayaknya negara harus selalu hadir untuk melindungi rakyat," ungkapnya.

Di sisi lain, stabilitas harga pangan yang relatif terjaga turut menjadi indikator positif dalam menjaga daya beli masyarakat. Kondisi ini dinilai sebagai hasil dari pengelolaan stok dan distribusi yang cukup baik.

"Harga pangan saat ini sudah terjaga dengan baik dan stabil. Harga terjaga dengan baik dan stabil, apabila harga yang ada hari ini masih dalam jangkauan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)