BMKG Catat 9.278 Gempa Susulan di NTT, Dirasakan 153 Kali

Sejumlah gempa susulan di NTT. (BMKG)

BMKG Catat 9.278 Gempa Susulan di NTT, Dirasakan 153 Kali

Lukman Diah Sari • 29 August 2026 09:41

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan masih terus mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Hingga kini, frekuensi gempa susulan telah mencapai lebih dari 9.000 kali.

"Update gempa bumi susulan hingga 29 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total mencapai 9.278 kejadian," ungkap BMKG melalui akun resminya, BMKG, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rincian Gempa Susulan

BMKG mengungkapkan kekuatan gempa susulan terbesar yakni M 6,2. Sedangkan yang terkecil ialah M 1,0. 

"Untuk magnitudo di atas lima, ada 35 kali gempa susulan. Kemudian gempa susulan dirasakan sebanyak 153 kali," ujar BMKG.  Berdasarkan grafik peluruhan, BMKG menyebutkan telah tampak adanya pola penurunan aktivitas kegempaan. Rentetan gempa susulan ini diprakirakan masih akan berlangsung paling lama hingga empat pekan setelah gempa utama terjadi.

Update Guncangan Gempa

Sementara itu, guncangan teranyar yang dirasakan warga NTT terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 04.45 WIB dengan kekuatan M 4,2.

"Pusat gempa berada di laut, 66 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai," jelas BMKG.


Gempa di NTT, Sabtu, 29 Agustus 2026. (BMKG)

Gempa tersebut dirasakan pada Skala Intensitas III MMI di wilayah Kabupaten Manggarai. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berat yang sedang melintas. BMKG juga kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," pesan BMKG.

(Lukman Diah Sari)