Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. (Anadolu Agency)
Vance Peringatkan Iran untuk Tak Langgar Gencatan Senjata yang Dinilai 'Rapuh'
Willy Haryono • 8 April 2026 18:36
Budapest: Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi jika melanggar gencatan senjata yang dinilainya masih bersifat rapuh.
Pernyataan itu disampaikan Vance dalam pidatonya di Mathias Corvinus Collegium, Hongaria, Rabu, 8 April 2026.
"Jika mereka berbohong atau berbuat curang, maka mereka tidak akan senang dengan konsekuensinya," ujar Vance, dilansir dari Anadolu Agency.
Ia menegaskan AS memiliki keunggulan militer yang jelas serta pengaruh ekonomi yang besar, namun tetap membuka peluang kesepakatan jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik. "Jika Iran bersedia bekerja sama, saya yakin kita bisa mencapai kesepakatan," katanya.
Kritik terhadap Eropa soal Ukraina
Dalam kesempatan yang sama, Vance juga mengkritik kepemimpinan negara-negara Eropa terkait perang Rusia-Ukraina. Ia menyebut Washington kecewa terhadap minimnya komitmen untuk menyelesaikan konflik tersebut.Menurutnya, sejumlah ibu kota Eropa tidak menunjukkan peran seaktif Hongaria dalam mendorong upaya perdamaian.
Vance mempertanyakan keberlanjutan perang yang dinilainya tidak lagi rasional, mengingat besarnya korban jiwa dan dampak ekonomi.
"Apakah sepadan kehilangan ratusan ribu nyawa hanya untuk keuntungan wilayah yang terbatas?" ujarnya.
Soroti Pernyataan Zelensky
Vance juga mengecam pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terhadap Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang dinilainya tidak dapat diterima."Seorang pemimpin negara tidak seharusnya mengancam pemimpin negara sekutu," tegasnya.
Ia juga menolak anggapan bahwa kunjungannya ke Hongaria menjelang pemilu merupakan bentuk intervensi asing. Sebaliknya, ia menilai tekanan Uni Eropa terhadap Budapest, termasuk ancaman penahanan dana, justru mencerminkan bentuk pengaruh eksternal.
Vance menyatakan kunjungannya bertujuan menunjukkan dukungan terhadap Hongaria yang dianggap sebagai mitra penting dalam upaya perdamaian.
Baca juga: Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran Berlangsung Dua Pekan, Ini Rinciannya