Unggah Gambar AI Menyerupai Yesus, Trump Akhirnya Hapus Postingan

Foto Donald Trump yang menyerupai Yesus. Foto: Truth Social

Unggah Gambar AI Menyerupai Yesus, Trump Akhirnya Hapus Postingan

Muhammad Reyhansyah • 14 April 2026 10:49

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi gelombang kritik setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sebagai sosok menyerupai Yesus, sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut.

Gambar yang dibagikan melalui platform Truth Social itu memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih sambil meletakkan tangan di kepala seseorang, dalam adegan yang menyerupai praktik penyembuhan. 

Unggahan tersebut muncul setelah ia melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV, yang disebutnya “lemah dalam urusan kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri.”

Baca Juga :

Disebut Lemah, Paus Leo Tegaskan Dirinya Tak Takut Pada Pemerintahan Trump

Keesokan harinya, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun ia mengunggah gambar tersebut, ia menganggapnya sebagai representasi dirinya “sebagai dokter.”

“Dan itu berkaitan dengan Palang Merah sebagai pekerja Palang Merah, yang kami dukung. Hanya media palsu yang bisa membuat interpretasi seperti itu,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 14 April 2026.

Ia juga menegaskan tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat.


Respons Paus Leo XIV

Menanggapi situasi tersebut, Paus Leo XIV menyatakan tidak ingin terlibatdalam perdebatan langsung dengan Trump. “Saya tidak ingin masuk ke dalam perdebatan dengannya,” ujar Paus pada Senin dalam perjalanan menuju Aljazair.

Namun, ia menegaskan akan tetap menyuarakan sikapnya terhadap konflik global. “Saya akan terus bersuara lantang menentang perang, berupaya mendorong perdamaian, dialog, serta hubungan multilateral antarnegara untuk mencari solusi yang adil atas berbagai masalah,” kata Paus.

“Banyak orang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak bersalah terbunuh. Saya pikir seseorang harus berdiri dan mengatakan bahwa ada jalan yang lebih baik," ucap Paus

Ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan sendiri telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait kebijakan imigrasi, tindakan militer, serta konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kecaman dari Tokoh Agama dan Politik

Sejumlah pemimpin Katolik di Amerika Serikat turut mengecam pernyataan Trump.

Uskup Agung Paul S Coakley menyatakan, “Saya merasa prihatin bahwa Presiden memilih menulis kata-kata yang merendahkan terhadap Bapa Suci. Paus Leo bukanlah rivalnya; Paus juga bukan seorang politisi.”

“Ia adalah Wakil Kristus yang berbicara berdasarkan kebenaran Injil dan demi keselamatan jiwa,” tambahnya.

Uskup Agung George Leo Thomas di Las Vegas menyampaikan dukungannya terhadap Paus Leo. “Saya bersyukur kepada Tuhan karena mengirimkan Paus Leo XIV, yang bersedia menyuarakan kebenaran kepada kekuasaan pada saat kita sangat membutuhkannya,” ujarnya.

Secara internasional, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga mengecam pernyataan Trump. Ia menyebut serangan terhadap Paus sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima.”

“Saya menilai pernyataan Presiden Trump terhadap Bapa Suci tidak dapat diterima. Paus adalah pemimpin Gereja Katolik, dan wajar baginya untuk menyerukan perdamaian serta mengecam segala bentuk perang,” ujarnya.

Kritik Meluas

Kritik terhadap Trump tidak hanya datang dari kalangan gereja, tetapi juga dari tokoh konservatif.

Brilyn Hollyhand menilai unggahan tersebut sebagai bentuk penistaan. “Ini penistaan yang menjijikkan. Iman bukan alat. Anda tidak perlu menggambarkan diri sebagai penyelamat ketika rekam jejak Anda seharusnya berbicara sendiri,” tulisnya.

Riley Gaines juga mempertanyakan unggahan tersebut. “Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Bagaimanapun, dua hal benar: sedikit kerendahan hati akan bermanfaat, dan Tuhan tidak boleh dipermainkan,” ujarnya.

Megan Basham menyebut unggahan itu sebagai “penistaan yang luar biasa,” sementara Isabel Brown menilainya sebagai sesuatu yang “menjijikkan dan tidak dapat diterima.”

Dari pihak oposisi, Senator Bernie Sanders menyebut perilaku Trump sebagai “egomaniakal.”

“Trump kini menyerang Paus karena berbicara menentang perang sambil memposting gambar dirinya sebagai figur mesianik,” tulisnya. “Ini bukan hanya ofensif, tetapi juga perilaku yang tidak waras dan egomaniakal.”

Basis Dukungan Trump

Meski menuai kritik, Trump diketahui memiliki dukungan kuat dari pemilih Kristen dalam pemilu 2024, termasuk mayoritas pemilih Katolik yang mendukungnya.

Setelah selamat dari percobaan pembunuhan pada Juli 2024, sebagian pendukung evangelis bahkan menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk perlindungan ilahi.

Sebelumnya, usai wafatnya Paus Fransiskus, Trump juga sempat membagikan gambar yang menggambarkan dirinya sebagai Paus, yang kala itu memicu kemarahan di kalangan umat Katolik.

Uskup Robert Barron, yang tergabung dalam komisi kebebasan beragama bentukan Trump, menyatakan bahwa presiden seharusnya meminta maaf atas pernyataannya yang “tidak pantas” di media sosial, meski dalam kesempatan yang sama ia tetap memuji pendekatan Trump terhadap komunitas Katolik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)