Askrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp163,18 Miliar pada 2025

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Askrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp163,18 Miliar pada 2025

Eko Nordiansyah • 13 April 2026 11:16

Jakarta: PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp163,18 miliar pada 2025. Laba bersih perusahaan tumbuh 19,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp136,80 miliar.

Plt. Direktur Utama Askrindo Syariah, Aviantono Yudihariadi mengatakan, perfoma keuangan 2025 cukup banik. Pertumbuhan positif ini membuktikan keberhasilan strategi bisnis yang tepat, prudent underwriting dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. 

"Capaian tersebut tidak hanya menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis yang berdampak pada perbaikan berbagai rasio keuangan di level yang sehat," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 April 2026.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh meningkatnya aset sebesar 9,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset pada 2025 mencapai Rp3,28 triliun sehingga Askrindo Syariah menjadi perusahaan dengan aset terbesar di industri penjaminan syariah Indonesia. 

"Ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 17,26 persen, dari Rp996,56 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1,17 triliun pada tahun 2025," ungkapnya.


(Jajaran direksi Askrindo Syariah. Foto: Dok Istimewa)

Adapun jumlah pendapatan kafalah juga meningkat dari Rp436,60 miliar pada 2024 menjadi Rp538,93 miliar pada 2025. Imbal Jasa Kafalah (IJK) Bruto mengalami kenaikan sebesar 1,63 persen, dari Rp820,65 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp834,07 miliar pada 2025. 

"Pencapaian tersebut juga diiringi dengan pengelolaan risiko yang disiplin sebagaimana ditunjukkan oleh Gearing Ratio yang tetap terjaga secara sehat di angka 29,07 kali, angka tersebut masih berada di bawah batas maksimum regulasi," kata dia.

Penjaminan UMKM untuk dukung ekonomi

Lebih lanjut, Askrindo Syariah mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional, khususnya melalui perluasan akses penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen tersebut tercermin dari penjaminan yang telah diberikan kepada 29,2 juta debitur.

Penjaminan yang diberikan Askrindo Syariah, termasuk kepada 4,63 juta debitur baru pada 2025, dengan total nilai kafalah sebesar Rp47,21 triliun. Perusahaan berperan aktif dalam berbagai program pemerintah guna mendorong inklusi pembiayaan berbasis syariah. 

Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan, Askrindo Syariah melakukan transformasi digital dengan implementasi sistem yang terintegrasi, melalui host to host, core system secara end-to-end process serta penguatan platform MAASya (Mobile Application Askrindo Syariah). 

"Inisiatif ini memungkinkan proses penjaminan dilakukan secara lebih cepat, mudah, dan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia," jelas Aviantono.

Sebagai bagian dari penguatan kinerja dan kepercayaan publik, Askrindo Syariah memperoleh peringkat idA+ dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini mencerminkan kuatnya dukungan dari induk usaha serta kondisi fundamental perusahaan yang solid.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)