Gelombang Tinggi 2,5 Meter Berpotensi Terjang Perairan Sumut 23-26 April

Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/HO

Gelombang Tinggi 2,5 Meter Berpotensi Terjang Perairan Sumut 23-26 April

Whisnu Mardiansyah • 23 April 2026 15:56

Medan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sejumlah perairan di Sumatra Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi pada 23-26 April 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan,  mengatakan gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.

"Rata-rata gelombang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran," kata Rizky di Medan seperti dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026,

Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 25 knot.
 


Nelayan yang menggunakan perahu, lanjutnya, diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang juga harus waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Sebelumnya, Tim Sistem Peringatan Dini BMKG Wilayah I menyebutkan adanya pengaruh spasial Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Sumatra. Ditambah adanya perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.


Ilustrasi medcom.id

Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia bagian barat Aceh yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi. Kondisi ini meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang terdampak pola angin tersebut.

Dalam sepekan ke depan, kata Rizky, kondisi cuaca di Sumatera Utara masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dalam skala regional maupun lokal yang berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan. Adanya belokan angin yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau cukup kuat di Sumatera Utara sehingga turut mendukung proses konvektif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)