Prancis kembali mengevakuasi 4.000 warga setelah kebakaran hutan di dekat kota Bordeaux meluas. (EPA)
Kebakaran Hutan Dekat Bordeaux Belum Terkendali, Prancis Evakuasi 4.000 Warga
Willy Haryono • 29 July 2026 14:30
Paris: Otoritas Prancis memerintahkan sekitar 4.000 orang untuk meninggalkan kawasan wisata di pesisir Atlantik setelah kebakaran hutan di sebelah barat Bordeaux kembali meluas pada Selasa kemarin.
Titik api baru muncul di dekat Grand Crohot, sementara 23 pesawat dan helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air serta bahan pemadam guna mencegah api menyebar.
Di saat yang sama, sekitar 60.000 warga di Le Haillan serta sebagian wilayah Merignac dan Eysines diizinkan kembali ke rumah karena tidak ditemukan kebakaran di kawasan tersebut. Namun, mereka diminta tetap siaga dengan menyalakan telepon genggam dan menyiapkan tas darurat.
Kebakaran di Gironde telah menghanguskan wilayah seluas empat kali Kota Paris dan memaksa sekitar 220.000 orang mengungsi. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut operasi tersebut kemungkinan menjadi evakuasi warga sipil terbesar di Prancis di luar masa perang.
Prefek Gironde Sophie Brocas mengatakan kondisi masih belum aman. “Situasinya masih rumit. Jelas, kami belum sepenuhnya keluar dari ancaman,” ujarnya, dikutip dari media India Today, Rabu, 29 Juli 2026.
Fenomena awan api pyrocumulonimbus yang pertama kali tercatat di Prancis juga muncul akibat kebakaran tersebut. Otoritas memperingatkan suhu 33–35 °C, vegetasi yang masih membara, serta kelembapan yang menurun berpotensi memicu kebakaran baru, sementara lebih dari 110 petugas pemadam mengalami luka-luka.
Di Le Porge, sekitar 150 rumah dilaporkan hancur. Tim militer dan petugas pencegahan kebakaran kembali membangun sekat api, dengan total 103 kilometer jalur penghalang telah selesai dibuat untuk membatasi penyebaran api.
Sementara itu, sekitar 15.000 warga di wilayah Landes diizinkan pulang setelah kebakaran di daerah tersebut berhenti meluas.
“Kebakaran telah berhasil dikendalikan, dan itu adalah kabar baik bagi Landes,” meski pemerintah mengingatkan titik panas masih dapat memicu kobaran api baru dalam beberapa hari atau pekan mendatang," ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Di Spanyol, kondisi mulai membaik sehingga sedikitnya 20.000 dari 79.000 warga yang sebelumnya mengungsi diperbolehkan kembali ke rumah. Meski demikian, pemerintah menetapkan status darurat nasional karena cuaca panas di atas 40 °C diperkirakan kembali melanda dan mengancam memperburuk kebakaran yang telah menewaskan sedikitnya 13 orang tahun ini.
Otoritas di Prancis dan Spanyol mengingatkan bahwa angin kencang, suhu tinggi, dan kondisi hutan yang sangat kering masih dapat menyebabkan kebakaran kembali membesar sewaktu-waktu. (Keysa Qanita)
Baca juga: Macron Tinjau Kebakaran Hutan Prancis, Lebih dari 330.000 Orang Mengungsi di Eropa