Kemenhut: Kayu Terseret Banjir Bakal Dimanfaatkan untuk Warga Aceh dan Sumut

Alat berat tengah mengevakuasi kayu yang terseret banjir di Sumatra. Foto: Metro TV.

Kemenhut: Kayu Terseret Banjir Bakal Dimanfaatkan untuk Warga Aceh dan Sumut

Anggi Tondi Martaon • 8 January 2026 10:47

Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan ratusan batang kayu terseret banjir Sumatra siap dioptimalkan untuk warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut). Pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan secara tertib dan terkontrol.

"Dengan dukungan alat berat, pemilahan kayu hanyutan bisa dilakukan lebih cepat dan aman. Kayu yang layak kami manfaatkan untuk kebutuhan darurat warga," Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, dikutip dari Antara, Kamis, 8 Januari 2026.

Langkah itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 863 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Kayu Hanyutan Akibat Bencana Banjir Sebagai Sumber Daya Material untuk Rehabilitasi dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Subhan menjelaskan di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara, kayu hanyutan yang telah diukur dan dinyatakan layak dimanfaatkan di wilayah tersebut mencapai 454 batang dengan volume 730,95 meter kubik. Hal itu, berdasarkan pendataan yang dilakukan hingga Selasa, 6 Januari 2026.

Pemilahan dan pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan dengan dukungan 35 alat berat oleh Kemenhut, TNI, dan Kementerian PU. Seluruh alat berat tersebut difokuskan untuk pembersihan dan pemilahan kayu hanyutan di halaman rumah warga, sekaligus mulai memilah kayu yang berada di dalam aliran air agar dapat dimanfaatkan.

Pemanfaatan kayu hanyutan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) yang dikembangkan berdasarkan hasil kajian dan riset Universitas Gadjah Mada (UGM). Hingga saat ini, pemanfaatan kayu oleh masyarakat dan lembaga kemanusiaan tercatat mencapai 28,86 meter kubik, dengan progres dua huntara dalam pembangunan dan satu unit telah selesai dibangun.

Kondisi kayu yang terseret banjir di sejumlah wilayah di Sumatra. Foto: Antara.

Di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, pemanfaatan kayu hanyutan juga dilakukan secara masif dengan dukungan 20 alat berat dan 10 dump truck. Kayu yang telah dipilah dan diolah dimanfaatkan untuk kebutuhan pengungsian dan penanganan darurat.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara, Novita Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa 430 keping kayu olahan dengan volume 6,95 meter kubik dimanfaatkan sebagai alas lantai 267 unit tenda darurat. "Penatausahaan dan pengawasan terus kami lakukan agar pemanfaatannya tepat sasaran," ujar Novita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)