Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah yang diduga korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Serai, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/1/2026). ANTARA FOTO/Gecio Vania
Hari ke-11, Tim SAR Gunakan Alat Canggih Cari 2 WN Spanyol Korban Kecelakaan Kapal
Media Indonesia • 5 January 2026 18:41
Manggarai Barat: Tim SAR Gabungan memaksimalkan operasi pencarian hari ke-11 kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah dengan mengerahkan teknologi bawah laut berteknologi tinggi, Senin, 5 Januari 2026. Multi Beam Sonar milik Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Distrik Navigasi Kupang diterjunkan untuk mendeteksi keberadaan kapal dan korban yang masih hilang di Perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyebut penggunaan Multi Beam Sonar menjadi bagian penting dalam operasi pencarian bawah laut yang terus diintensifkan.
“Dalam pencarian hari ke-11, Tim SAR Gabungan mengerahkan Multi Beam Sonar dari ITB Bandung serta Multi Beam Sonar milik Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian,” ujar Fathur, Senin, 5 Januari 2026.

Tim SAR melakukan pencarian pada hari ke-11 korban kecelakaan kapal di Labuan Bajo menggunakan dua alat canggih. (Istimewa)
Selain itu, unsur Ditpolair Polda NTT juga menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dan sonar guna memperkuat pemetaan bawah permukaan laut. Sejak pukul 06.30 Wita, sebanyak 153 personel dari berbagai unsur gabungan diterjunkan ke lokasi pencarian dengan dukungan 17 alat utama untuk menyisir perairan dan pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.
KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025. Hingga kini, dua warga negara asing (WNA) asal Spanyol masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
“Sekitar pukul 11.18 Wita, Tim SAR Gabungan dari Sea Rider KSOP Labuan Bajo menemukan serpihan pintu kamar mandi pada koordinat 08°37'44,138" LS – 119°36'39,385" BT, atau sekitar 0,12 nautical mile dari lokasi kejadian,” jelas Fathur Rahman.
Berdasarkan perkembangan tersebut, Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjang operasi SAR terhadap dua WNA Spanyol selama tiga hari, terhitung mulai 5 hingga 7 Januari 2026.
“Perpanjangan operasi SAR dilakukan karena adanya penemuan korban kedua pada 4 Januari 2026,” tandas Fathur Rahman. (MI/PO)