Tanggul Kolam Retensi Jebol 30 Meter, Kawasan Industri Tanjung Mas Semarang Terendam Banjir

Ribuan karyawan pabrik di kawasan industri di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pulang lebih awal akibat banjir merendam sejak Jumat (9/1) dini hari

Tanggul Kolam Retensi Jebol 30 Meter, Kawasan Industri Tanjung Mas Semarang Terendam Banjir

Whisnu Mardiansyah • 9 January 2026 15:10

Semarang: Kawasan Kompleks Industri Lamicitra di Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, diterjang banjir setinggi 40-60 sentimeter pada Jumat, 9 Januari 2026. Bencana ini dipicu oleh jebolnya tanggul sebuah kolam retensi sepanjang kurang lebih 30 meter.

Pemantauan di lokasi menunjukkan ribuan karyawan dari berbagai pabrik di kawasan itu terpaksa dipulangkan lebih awal. Perusahaan-perusahaan menghentikan sementara aktivitas produksinya akibat terendamnya area kerja. Untuk mengamankan aset, peralatan dan mesin pabrik dibungkus plastik atau dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi.

Karyawan-karyawan yang berangkat dan pulang harus berjalan kaki menerobos genangan air yang mencapai sebetis orang dewasa. "Banjir masih merendam di luar pabrik, baik di lapangan parkir maupun jalan masuk kawasan," ujar Ella , 40, seorang karyawan pabrik garmen di kawasan tersebut dikutip Media Indonesia.
 


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengonfirmasi penyebab banjir. “Akibat jebolnya tanggul itu, terjadi genangan di kawasan Lamicitra dengan ketinggian air mencapai 40-60 sentimeter. Kita sudah turunkan petugas untuk melakukan pemantauan,” ujar Endro.

Ia menjelaskan, tanggul kolam retensi tersebut jebol pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, dampaknya sangat signifikan terhadap aktivitas perkantoran dan industri di sekitar Pelabuhan Tanjung Mas.


Ribuan karyawan pabrik di kawasan industri di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pulang lebih awal akibat banjir merendam sejak Jumat (9/1) dini hari

Menyikapi situasi, BPBD bersama instansi terkait telah melakukan evakuasi terhadap para karyawan sejak pagi hari. Langkah ini diambil mengantisipasi kenaikan muka air jika hujan terus berlanjut.

“Kita telah koordinasikan dengan instansi terkait untuk mengatasi jebolnya tanggul kolam retensi,” tambah Endro. Sebagai upaya darurat mengurangi genangan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang telah mengaktifkan pompa-pompa di kawasan yang terdampak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)