Agen imigrasi ICE yang saat ini jadi perhatian. Foto: The New York Times
Gubernur Minnesota Desak Penyelidikan Indipenden Terhadap Penembakan Warga oleh ICE
Fajar Nugraha • 9 January 2026 17:30
Minneapolis: Gubernur Minnesota, Tim Walz, pada Kamis, 8 Januari, mendesak keterlibatan negara bagian dalam investigasi penembakan fatal terhadap Renee Good, 37, oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat (AS). Walz menolak keputusan pemerintahan Trump yang hanya menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada pihak federal tanpa keterlibatan otoritas lokal.
Insiden tersebut terjadi di tengah operasi besar-besaran penindakan imigrasi di Minneapolis dan St. Paul. Gubernur Walz menegaskan bahwa warga Minnesota akan sulit mempercayai hasil investigasi jika negara bagian tidak diberikan akses penuh terhadap bukti dan saksi di lapangan.
Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, bersama Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance, menyebut penembakan tersebut sebagai tindakan pembelaan diri. Mereka mengeklaim Good menggunakan kendaraannya sebagai senjata untuk menyerang petugas.
Namun, Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, membantah narasi tersebut setelah melihat rekaman video kejadian. Frey menyebut argumen pembelaan diri yang disampaikan pemerintah federal adalah kebohongan. Video menunjukkan seorang petugas melepaskan tembakan jarak pendek ke arah Good saat mobilnya mulai bergerak maju perlahan di jalanan bersalju.
Kematian Good memicu gelombang demonstrasi besar tidak hanya di Minneapolis, tetapi juga merambat ke kota-kota besar lainnya seperti New York, Los Angeles, Chicago, dan Seattle. Di Minneapolis, sekolah-sekolah membatalkan kegiatan belajar sebagai langkah antisipasi keamanan.
Aksi protes di depan fasilitas federal sempat berujung ricuh ketika petugas keamanan menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan massa yang meneriakkan slogan anti-ICE.
Konflik hukum muncul setelah Biro Penangkapan Kriminal Minnesota (BCA) dilarang bekerja sama dengan FBI dan Departemen Kehakiman AS dalam kasus ini. Menteri Noem menegaskan bahwa negara bagian tidak memiliki yurisdiksi atas tindakan agen federal.
"Pihak-pihak berkuasa telah menjatuhkan vonis sebelum penyelidikan usai. Ini berbahaya bagi keadilan," tegas Gubernur Walz, seperti dikutip India Today, Jumat, 9 Januari 2025. Sementara itu, Kejaksaan Wilayah Hennepin tengah menjajaki kemungkinan untuk tetap menjalankan penyelidikan mandiri guna memastikan tidak adanya upaya penutupan kasus.
Meski pemerintah tidak merilis nama secara resmi, dokumen pengadilan mengidentifikasi petugas yang terlibat sebagai Jonathan Ross. Ross dilaporkan merupakan anggota tim respons khusus ICE dengan pengalaman lebih dari 10 tahun yang diketahui pernah mengalami cedera serius dalam insiden penangkapan imigrasi sebelumnya pada musim panas lalu.
(Kelvin Yurcel)