IHSG Sore Ditutup ke Level 8.274

Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI/Susanto.

IHSG Sore Ditutup ke Level 8.274

Ade Hapsari Lestarini • 19 February 2026 16:34

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini terpeleset ke zona merah. IHSG mendarat di zona merah setelah pada perdagangan pagi berada di jalur hijau.

Berdasarkan data RTI, Kamis, 19 Februari 2026, IHSG sore merosot 36,146 poin atau setara 0,43 persen ke posisi 8.274. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.357. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.251 dan tertinggi di posisi 8.376.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 53,303 miliar senilai Rp26,239 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14,998 triliun dengan frekuensi sebanyak 3.334.496 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 326 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 366 saham melemah, dan 127 saham lainnya stagnan.
 




Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
 

IHSG sempat diproyeksikan menguat


Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas sebelumnya memaparkan, IHSG pada Kamis ini diproyeksikan bergerak menguat. Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), dengan konsensus sebanyak 12 institusi memperkirakan BI akan menahan suku bunganya di level 4,75 persen, demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, data inflasi Indonesia Januari 2026 tercatat 3,55 persen (yoy), atau relatif terkendali, sehingga ruang pemangkasan suku bunga masih terbuka ke depan, yang berpotensi mulai Maret 2026 tergantung dinamika pasar.

Melansir Antara, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV-2025 naik menjadi USD431,7 miliar, terutama dari utang pemerintah yang meningkat akibat masuknya dana asing ke SBN.

Meski berpotensi menekan rupiah dan pasar obligasi, struktur ULN dinilai masih sehat dengan rasio terhadap PDB sebesar 29,9 persen, dan dominasi utang jangka panjang mencapai 85,7 persen.

Dari mancanegara, risalah rapat FOMC The Fed periode Januari 2026, mengungkap mayoritas pejabat The Fed sepakat menahan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen, namun demikian, terpecah soal langkah berikutnya.

Sebagian membuka peluang penurunan suku bunga apabila inflasi AS melandai, sementara lainnya mempertimbangkan opsi kenaikan jika inflasi tetap tinggi. Risiko inflasi AS yang persisten di atas target dua persen dinilai masih signifikan, meski tren jangka panjang diperkirakan menurun.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)