Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Metro TV/Kautsar
Prabowo Soroti Karhutla Gambut, Menhut: Kalteng Jadi Perhatian
Kautsar Widya Prabowo • 24 September 2026 19:32
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) terkait mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis, 24 September 2026. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap persoalan karhutla, khususnya di lahan gambut.
“Kita ketahui enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla itu kan memang berbasis gambut. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” ujar Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Raja Juli belum memerinci pembahasan karhutla di lahan gambut. Dia mengatakan penjelasan lengkap akan disampaikan setelah ratas bersama Presiden Prabowo selesai.
“Saya kira sangat baik sekali Bapak Presiden punya concern soal gambut. Mungkin nanti kita akan diskusikan dan nanti saya sampaikan hasil ratas nanti ke teman-teman,” Raja Juli.
.jpg)
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung. ANTARA/HO-Kemenhut
Di sisi lain, Raja Juli menyampaikan jumlah titik panas atau hotspot karhutla di sejumlah wilayah mengalami penurunan. Dia berharap kebakaran dapat segera dipadamkan.
“Jambi kemarin ada enam hotspot, sekarang tinggal satu. Sumsel dari 17 jadi 11. Kalsel dari 68 jadi 23,” beber Raja Juli.
Baca Juga :
Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena jumlah hotspot meningkat. Raja Juli menyebut jumlah hotspot di wilayah tersebut naik dari 643 menjadi 673 titik.
“PR terbesar di Kalteng masih. Dari 643 sekarang 673, jadi naiknya tinggi sekali,” jelas Raja Juli.
Selain Kalimantan Tengah, peningkatan hotspot terjadi di Kalimantan Barat. Jumlah titik panas di wilayah tersebut naik dari 50 menjadi 167 titik.
“Kalau kita bandingkan dengan Riau tadi, Jambi ya, Kalbar ya, juga dari 50 naik ke 167,” ujar Raja Juli.