Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.
BMKG Petakan 14 Segmen Megathrust di Indonesia
Gabriella Thesa Widiari • 23 September 2026 17:32
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan 14 segmen megathrust yang membentang di wilayah Indonesia. Sumber gempa pada zona subduksi tersebut tercatat memiliki potensi magnitudo maksimum antara M7,8 hingga M9,2.
“Indonesia berada di wilayah tektonik yang aktif dan memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa kuat. Megathrust merupakan sumber gempa pada zona subduksi, ketika dua lempeng tektonik saling berinteraksi,” tulis akun Instagram @infobmkg, Rabu, 23 September 2026.
- Aceh - Andaman (M9,2)
- Nias - Simeulue (M8,7)
- Batu (M7,8)
- Mentawai - Siberut (M8,9)
- Mentawai - Pagai (M8,9)
- Enggano (M8,9)
- Jawa (M9,1)
- Jawa Barat (M8,9)
- Jawa Timur (M8,9)
- Sumba (M8,5)
- Sulawesi Utara (M8,5)
- Palung Cotobato (M8,3)
- Filipina Bagian Tengah (M8,1)
- Filipina Bagian Selatan (M8,2)
Dari 14 segmen tersebut, BMKG mencatat segmen Aceh-Andaman memiliki potensi kekuatan terbesar hingga M9,2, disusul segmen Jawa dengan M9,1. Wilayah lain seperti Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, Enggano, Jawa Barat, dan Jawa Timur masing-masing menyimpan potensi hingga M8,9.
.jpg)
14 segmen megathrust di Indonesia. Foto: Instagram @infobmkg.
BMKG menegaskan informasi mengenai potensi gempa megathrust bukan prediksi gempa akan terjadi dalam waktu dekat. Pemetaan ini disusun sebagai pijakan mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengenali potensi gempa dan tsunami di wilayah masing-masing, menyiapkan Tas Siaga Bencana, serta mengenali jalur dan titik evakuasi. Warga juga perlu melatih kesiapsiagaan, memastikan bangunan tahan gempa, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Megathrust bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dipahami dan diantisipasi. Kesiapsiagaan harus dimulai sebelum gempa terjadi,” tulis BMKG.