KSP: Program Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Foto: Istimewa

KSP: Program Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

M Sholahadhin Azhar • 1 April 2026 18:49

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, menjadi penegas komitmen pemerintah. Khususnya, dalam rangka menyambut Hari Nelayan Nasional pada 6 April 2026.

“Bapak Presiden Prabowo melihat bahwa masalah utama nelayan bukan hanya soal produksi, namun juga terkait sistem nelayan yang bekerja sendiri, akses terbatas, dan posisi tawar yang lemah karena bergantung pada tengkulak," kata Qodari dalam keterangan yang dikutip Rabu, 1 April 2026.

Qodari menegaskan melalui pembangunan ekosistem ekonomi nelayan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, KNMP diharapkan mampu memperkuat sektor riil kelautan. Sekaligus, mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya laut. 

"Untuk itu, pemerintah menjalankan Program KNMP sebagai langkah penguatan ekonomi nelayan, yang dirancang untuk mengatasi persoalan mendasar seperti rendahnya produktivitas hingga terbatasnya akses pasar,” ungkap Qodari.
 


Qodari mencontohkan nelayan di Desa Pujiharjo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama bertahun-tahun harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan es dan bahan bakar sebelum melaut.

Setelah dibangun fasilitas seperti pabrik es, cold storage, dan rencana Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan (SPBN) di kawasan KNMP, biaya operasional nelayan dapat ditekan dan kualitas ikan lebih terjaga, sehingga produktivitas meningkat.

Sementara itu, di Desa Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang menjadi modeling nasional dalam pembangunan KNMP, sebelumnya minim fasilitas perikanan, pembangunan dermaga, gudang beku, dan sentra ekonomi nelayan, kini mampu mengirim hasil tangkapan hingga ke Pulau Jawa dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.

“Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa KNMP bukan sekedar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk intervensi negara yang sistematis untuk memperkuat posisi nelayan, membuka akses pasar, dan menjadikan nelayan sebagai pelaku ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing,” jelas Qodari.

Adapun di lokasi modeling Samber Binyeri, Biak Numfor, Papua, KNMP sudah berjalan dengan produktivitas meningkat dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton per tahun per nelayan, atau naik 101 persen, dan hari melaut meningkat dari 9 hari menjadi 13 hari atau naik 44 persen.

“Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan sarana dan sistem yang tepat, kemampuan produksi nelayan bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dan hari kerja untuk melaut lebih sering dan lebih produktif,” kata Qodari.

Qodari mengungkapkan bahwa dampak yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat adalah pendapatan nelayan di lokasi tersebut yang naik 75 persen per bulan, nilai tambah dari penjualan ikan naik 190 persen, dan dibukanya lapangan kerja baru secara signifikan, yaitu dari sebanyak 2 jenis pekerjaan menjadi 12 jenis pekerjaan, termasuk pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner.

“Jumlah tenaga kerja juga meningkat dari 120 orang menjadi 170 orang, atau naik 47 persen, yang artinya satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat,” imbuh Qodari.

Qodari menambahkan, dengan sistem distribusi yang lebih baik dan kualitas ikan terjaga, masyarakat bisa mendapatkan ikan dengan harga yang lebih terjangkau. Artinya, program ini tak hanya menguntungkan nelayan, tetapi memperbaiki akses pangan masyarakat secara luas.


Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Foto: Istimewa

“Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya. Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” tutup Qodari.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa turut menghadiri konferensi pers bertema Update Program Prioritas/PHTC serta Evaluasi Arus Mudik dan Arus Balik, serta Dampak Idulfitri 2026 terhadap Sektor Perdagangan dan Pariwisata.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)