Panduan Salat Gerhana Bulan 3 Maret 2026: Niat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Ilustrasi. Pexels

Panduan Salat Gerhana Bulan 3 Maret 2026: Niat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

Muhamad Marup • 3 March 2026 15:02

Jakarta: Fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-14 Ramadan 1447 Hijriah. Keberadaan Gerhana Bulan selalu dianggap penting bagi umat muslim karena fenomena ini merupakan simbol dari kebesaran Allah SWT. 

Salat Gerhana Bulan merupakan salah satu jenis salat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan saat terjadi gerhana. Dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad saw. mendorong pengikutnya untuk melaksanakan salat sunnah ini sebagai pengakuan akan kebesaran Allah Swt. ketika menyaksikan fenomena langit tersebut. 

Waktu Gerhana Bulan Total

Mengutip dari laman BMKG, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB.

Puncak Gerhana Bulan diprediksi terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.


Ilustrasi. Pexels (Photo by Sabarish Sankaran)

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Salat sunnah Gerhana Bulan sebaiknya dilakukan secara berjamaah. Untuk pelaksanaanya dimulai dengan dua rakaat salat sunnah yang kemudian diikuti dengan dua khotbah, sama seperti pada salat Idulfitri.

Perbedaannya adalah setiap dalam salat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Berikut ini tata cara melaksanakan salat gerhana bulan yang dilansir dari Lampung NU: 

1. Niat

    ???????? ??????? ????????? ???????????? ????????/????????? ??? ????????

Latin: Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT."

2. Mengucap takbir ketika takbiratulihram.
3. Baca taawudz dan Al-Fatihah lalu membaca surat Al-Baqarah yang dibaca secara lantang.
4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
5. Iktidal dengan bacaan surat Al-Fatihah. Setelah itu membaca surat Ali Imran atau selama surat itu.
6. Rukuk dengan membaca tasbih selama 80 ayat surat Al-Baqarah.
7. Iktidal dengan bacaan doa iktidal selanjutnya sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama lalu duduk di antara dua sujud.
8. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
9. Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
10. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Namun, yang membedakan pada rakaat kedua, pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca surat Al-Maidah. 
11. Setelah selesai sampai melakukan salam, Iman akan menyampaikan dua khutbah. 

Dalam pelaksanaan salat gerhana, boleh mengganti surat panjang dengan surat pendek setiap kali selesai membaca surat Al-Fatihah. 

Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan di Bulan Ramadan

Mengenai hubungan antara salat gerhana dan tarawih, dilansir dari laman UNESA, Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang khusus dilakukan di bulan ramadan setelah shalat Isya’, sementara salat Gerhana Bulan dilaksanakan pada saat gerhana berlangsung. 

Jika puncak gerhana terjadi sebelum salat Isya atau bersamaan dengan waktu Tarawih, umat muslim dapat terlebih dahulu menunaikan salat gerhana, lalu melanjutkan dengan tarawih setelahnya pada waktu yang telah ditentukan. Sebenarnya, kedua ibadah ini saling terpisah dan tidak dapat saling menggantikan.(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)